Beranda / Artikel Salayok / MENJADI POHON

MENJADI POHON

Katanya, hari ini bumi semakin panas. Pohon-pohon banyak ditebangi. Hutan sudah banyak yang gundul. Makanya, gencar sekarang usaha penghijauan. Menanam pohon untuk generasi yang akan datang.

Tapi, kalau dipikir-pikir daripada menunggu lama, mengapa bukan kita saja yang jadi pohonnya. Menjadi pohon kurma atau kelapa, biar bermanfaat untuk semua. Ibnu Umar radhiyallahu anhu bercerita bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ لَمَا بَرَكَتُهُ كَبَرَكَةِ الْمُسْلِمِ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يَعْنِي النَّخْلَةَ فَأَرَدْتُ أَنْ أَقُولَ هِيَ النَّخْلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ الْتَفَتُّ فَإِذَا أَنَا عَاشِرُ عَشَرَةٍ أَنَا أَحْدَثُهُمْ فَسَكَتُّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هِيَ النَّخْلَةُ

“Sesunguhnya di antara pepohonan itu ada yang keberkahannya seperti keberkahan seorang muslim.” Aku (Abdullah bin Umar) yakin bahwa yang beliau maksud adalah kurma. Ingin rasanya aku mengatakan: ‘Itu adalah kurma wahai Rasulullah’, lalu aku menengok kanan kiri ternyata aku hanyalah anak usia belasan tahun akulah yang paling muda dari semua mereka yang hadir, akhirnya aku pun memilih diam. Kemudian Nabi bersabda: “Pohon itu adalah kurma.” (HR. Bukhari: 5444)

Itulah permisalan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bagi seorang muslim. Kalau kita yang hidup di negeri ini, permisalan tersebut bisa juga kita dekatkan kepada pohon kelapa. Sebatang pohon yang terkenal dapat memberi manfaat dengan hampir semua bagiannya.

Kalau setiap muslim jadi pohon kurma atau pohon kelapa maka bumi akan hijau dengan sendirinya. Banyak kebaikan yang akan tercipta. Hidup akan Indah terasa. Seorang yang bermanfaat bagi manusia adalah orang yang terbaik. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia.” (HR. Ahmad, Shahihul Jami’ no. 3289)

Oleh sebab itu, mari menjadi manusia yang bermanfaat untuk makhluk Allah yang lain. Apa yang bisa kita lakukan untuk kebaikan maka lakukanlah. Terlalu rendah cita-cita kita seandainya kita hanya hidup untuk diri sendiri.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah – Ini Sudah Cukup Untuk Mengantarkanku

Manakala Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu tiba di Syam, para pembesar; panglima dan komandan pasukan …

Tulis Komentar