
Ketika Kita Pensiun Dari Kehidupan Dunia – Khutbah Jumat
إِنَّ الْـحَمْدَ الِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ ٱاللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱاللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. يَا أَيُّهَا ٱالَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ اٱلـحَدِيثِ كِتَابُ ٱللَّهِ، وَخَيْرَ ٱالهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي ٱالنَّارِ
Salah satu pekerjaan yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia adalah Pegawai Negeri. Mengapa profesi ini sangat diminati? Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara mengungkap alasan orang Indonesia banyak yang ingin jadi PNS, hal ini berdasarkan hasil survei terhadap 15 ribu lebih responden. Hasilnya, diantara motivasi besar orang-orang ingin menjadi PNS adalah faktor kesejahteraan salah satunya yaitu adanya jaminan hari tua berupa dana pensiun.
Apakah hal ini tercela? Tentu tidak. Tabiat manusia mengharapkan ketika badannya sudah lemah dan tidak bisa lagi bekerja seperti muda dahulu, namun ia masih memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup di hari tua, tidak bergantung kerpada anak, tidak meminta-minta sehingga dapat menikmati hari-hari senjanya.
Jika kita renungkan bersama, bila pola pikir seperti ini juga diterapkan dalam masalah akhirat maka alangkah sangat baiknya. Dan beginilah seharusnya seorang mukmin. Kita tahu bahwa kita hidup di dunia ini untuk menabung pahala; beriman dan beramal shalih untuk menggapai kebahagiaan abadi. Allah berfirman:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah: 82)
Kita diperintahkan untuk terus mengumpulkan pahala. Akan tetapi tubuh kita memiliki batas, kita tidak selamanya kuat. Masa muda akan sirna, semua kita akan berangsur tua. Umur kita juga memiliki batas, kita tidak akan hidup selamanya. Akan tiba masanya dimana kita pensiun dari kehidupan dunia ini. Maka disinilah kita harus berpikir seperti para pendaftar CPNS; bagaimana caranya saat kita tidak bisa lagi beramal tapi kita masih bisa mendapatkan aliran pahala.
Sebetulnya, jika kita mempelajari agama ini, kita akan mendapati bahawa ternyarta Allah telah menyediakan hal ini untuk para hamba-Nya. Tinggal kita, apakah mau mengambil tawaran tersebut dan melakukannya atau tidak. Ada banyak hal yang bisa menjadikan seorang tetap bisa mendapatkan pahala sekalipun ia tidak bisa lagi beramal, yang kemudian kita kenal dengan amalan dengan pahala jariyah. Diantaranya sebagaimana dalam sabda Rasulullah ﷺ:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim 3/1255 no. 1631)
Karenya itulah, saat kita bekerja niatkanlah agar sebagian penghasilan kita ini bisa kita sedekahkan pada sedekah jariyah. Saat kita mencari ilmu carilah ilmu yang bermanfaat kemudian sebarkan. Saat membina rumah tangga mendapatkan anak, didiklah hingga menjadi anak yang shalih. Ini semua adalah investasi akhirat kita, saat kita telah pensiun dari kehidupan dunia.
Diantaranya juga adalah seorang memberikan contoh perbuatan yang baik kepada manusia lain, sehingga kemudian orang lain meniru dan melakukan perbuatan baik itu, maka dia akan mendapatkan aliran pahala dari orang-orang yang mengikutinya tersebut. Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ
“Barangsiapa yang memulai (mencontohkan) mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatannya itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR. Muslim 2/705 no. 1017)
Fulan selalu menjaga shalat lima waktu misalnya, dilihat oleh temannya, akhirnya temannya pun terpengaruh sehingga ikut menjaga shalatnya, maka sifulan mendapatkan aliran pahala dari setiap shalat yang dilakukan oleh temannya itu. Seorang yang selalu membuang sampah pada tempatnya lalu dilihat dan ditiru oleh anaknya, muridnya, atau orang lain secara umum maka ia mendapatkan aliran pahalanya. Seorang wanita yang menjaga auratnya lalu ditiru oleh anak perempuannya atau wanita-wanita lain maka ia akan mendapat aliran pahala.
Allahu akbar, alangkah indahnya, saat kita telah wafat lalu masuk ke alam kubur, sendirian, kemudian datanglah pahala-pahala itu dalam rupa yang baik untuk menemani kita dan dia terus mengalir dan bertambah. Ketika menggambarkan perjalanan alam kubur seorang mukmin Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الوَجْهِ، حَسَنُ الثِّيَابِ، طَيِّبُ الرِّيحِ، فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ، هٰذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ لَهُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَوَجْهُكَ الوَجْهُ يَجِيءُ بِالخَيْرِ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ. فَيَقُولُ: رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ، رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ.
“Lalu datanglah kepadanya seorang dengan wajah yang tampan, baju yang bagus dan aroma yang wangi, kemudian berkata: “Berbahagialah kamu dengan sesuatu yang membuat kamu senang, ini adalah hari yang dahulu dijanjikan kepadamu.” Si mukmin berkata: “Siapakah kamu? Wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan.” Dia berkata: Aku adalah amalan shalihmu. Si mukmin berkata: “Ya Rabbi, segeralah hari kiamat, Ya Rabbi, segeralah hari kiamat.” (HR. Ahmad: 4/362, dishahihkan Al-Albani dalam Ahkaul Janaiz: 156)
Semoga kita termasuk kedalam mukmin yang disebutkan dalam hadits ini.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رب العالمين أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه، أما بعد
Jama’ah kaum muslimin, sidang jum’at rahimakumullah……
Sabagaimana seorang PNS mengharapakan punya dana pensiun dan disaat bersamaan ia berusaha menhilangkan semua hutang, tanggungan cicilan atau denda, agar uang pensiunnya bisa ia nikmati maka demikian pula seorang muslim; ia berusaha memiliki amalan dengan pahala yang terus mengalir dan disaat bersamaan dia menjauhi semua amalan dengan dosa yang terus mengalir.
Sebagaimana ada pahala jariyah, maka ada pula dosa jariyah. Nabi ﷺ bersabda:
وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Dan barangsiapa yang memulai (mencontohkan) perbuatan buruk, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim 2/705 no. 1017)
Barangsiapa yang mencotohkan kesyirikan, kemaksiatan, lalu orang-orang mengikutinya, maka dosa-dosa atas hal tersebut juga akan mengalir kepadanya meskipun dia telah meninggal dunia.
Seorang yang pergi ke dukun, minum khamar, merokok, berjudi atau melakukan transaksi riba lalu ditiru oleh orang lain maka ia dapat aliran dosanya. Seorang yang membuang sampah sembarangan lalu ditiru oleh anaknya, muridnya atau orang lain secara umum maka ia mendapat aliran dosa mereka.
Seorang wanita membuka auratnya lalu ditiru oleh anaknya, muridnya, atau wanita lain secara umum maka ia akan mendapat aliran dosa dari mereka.
Sifulan upload atau share foto atau video yang mengandung maksiat lalu setiap orang yang melihatnya jatuh ke dalam maksiat maka sifulan akan mendapat aliran dosa selama foto atau video itu masih ada.
Sungguh menyedihkan orang-orang yang telah dikubur dan tidak bisa berbuat apa-apa, namun dosa-dosa terus mengalir kepadanya. Ketika sendirian dikuburnya yang menemani justru sesuatu yang buruk. Tatkala menggambarkan perjalanan alam kubur seorang durhaka lagi banyak dosa Rasulullah ﷺ bersabda:
يَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الوَجْهِ، قَبِيحُ الثِّيَابِ، مُنْتِنُ الرِّيحِ، فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ، هٰذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَوَجْهُكَ الوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الخَبِيثُ.
Datang kepadanya seorang laki-laki yang buruk wajahnya, buruk pakaiannya, dan berbau busuk berkata, “Bergembiralah dengan sesuatu yang akan menyusahkanmu. Inilah harimu yang dahulu dijanjikan kepadamu.” Lalu ia bertanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan.” Maka ia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk.” (HR. Ahmad: 18534)
Kita ingin hidup dengan tenang dan nyaman. Kita ingin mendapatkan pensiun atau hasil investasi lainnya di hari tua, sehingga kita bisa menikmati hari senja dengan damai. Demikian juga, dalam hal akhirat kita ingin selamat dan bahagia, kita ingin terus mendapatkan aliran pahala sekalipun kita sudah tidak bisa banyak beramal lagi atau saat kita telah meninggal dunia.
Oleh sebab itu, marilah kita meningkatkan kualitas iman dan takwa kita selama nafas masih ada, marilah kita berusaha memperbanyak amal shalih terutama amalan-amalan yang memiliki pahala jariyah selama kesempatan masih ada. Sembari meninggalkan semua dosa terutama dosa syirik dan dosa-dosa jariyah. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita husnul khatimah dan kembali kepada-Nya dalam keadaan yang diridhai, diberikan nikmat kubur dan dimasukkan ke dalam surga-Nya yang paling tinggi. Amin.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وسلَّم عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Lihat:
Arsip Khutbah Maribaraja.Com
Follow fanpage maribaraja KLIK
Instagram @maribarajacom





Yuk Gabung !