Beranda / Kaba Urang Dulu / FADHALAH BIN ‘UBAID – Jika Ibadahku Diterima

FADHALAH BIN ‘UBAID – Jika Ibadahku Diterima

Alangkah bahagianya jika kita tahu bahwa amalan kita diterima oleh Allah subhanahu wata’ala. Karena bila sebuah amalan diterima oleh Allah menandakan pelakunya adalah orang yang bertakwa. Sedangkan takwa adalah kesuksesan yang sesungguhnya. Fadhalah bin ‘Ubaid rahimahullah pernah mengatakan :

لَأَنْ أَكُونَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ قَدْ تَقَبَّلَ مِنِّي مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا؛ لِأَنَّ اللَّهَ يَقُولُ : إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينِ

“Sungguh bilamana aku tahu bahwa Allah telah menerima dariku amalan sebesar biji sawi saja, itu lebih aku sukai daripada dunia dan segala apa yang ada di dalamnya. Karena Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Maidah: 57)” (Lathaiful Ma’arif: 375)

Namun, tidak ada yang tahu. Kita hanya bisa berharap amalan kita diterima serta merasa takut jikalau amalan tersebut ditolak. Inilah yang harus kita camkan ketika selesai melakukan sebuah amal ibadah. Allah berfirman mengambarkan keadaan orang-orang yang akan mendapatkan kebaikan ketika mereka beramal:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut. (QS. Al-Mu’minun: 60)

Jangan termakan bisikan setan, sehingga tatkala kita selesai beramal kita justru merasa bangga dengan amal ibadah kita. Apa saja dari amalan yang telah kita lakukan, berusahalah agar menjadi sebuah amalan yang diterima. Oleh sebab itu, sembunyikanlah ia, jangan diungkit-ungkit kembali. Berharap dan berdo’a supaya Allah berkenan untuk menerima./art0309

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Menolak Kebenaran adalah Kesombongan

Sifat sombong adalah sifat tercela menurut syariat, akal, maupun fitrah. Orang yang sombong tidak akan …

Tulis Komentar