Beranda / Artikel Salayok / IBADAH HANYA UNTUK ALLAH – Pelajaran Dari Bulan Dzulhijjah

IBADAH HANYA UNTUK ALLAH – Pelajaran Dari Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang mulia terutama sepuluh hari awal darinya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْه فِي هَذِهِ الأيَّامِ العَشْر. قَالُوا: وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللَّه؟! قَالَ: وَلاَ الجِهَادُ فِي سَبِيلِ الله، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ وَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidaklah ada diantara hari-hari dimana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini (awal bulan dzulhijjah).” Para sahabat bertanya “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar membawa jiwa dan hartanya lalu ia tidak kembali lagi (mati syahid).” (HR. Bukhari: 969)

Bulan ini mengajarkan banyak hal kepada kita. Di antara yaitu bagaimana kita berusaha dan senantiasa ingat untuk memurnikan semua bentuk peribadatan hanya kepada Allah.

Semua hidup kita adalah untuk ibadah, karena memang kita diciptakan hanya untuk itu. Bukan untuk sekedar makan, minum dan bersenang-senang. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kapadaku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Di dalam ayat yang lain Allah subhanahu wata’ala berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. al-An’am: 162)

Di bulan Dzulhijjah ini, ada pelajaran untuk mengingatkan hakikat hidup kita itu. Karena kita ini manusia, mudah lupa, butuh untuk senantiasa diingatkan. Allah berfirman dalam hal ibadah haji agar seorang berangkat haji hanya untuk-Nya:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا َ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imron: 97)

Dan dalam hal ibadah kurban Allah berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah” (Qs. Al-Kautsar; 2)

Semua menunjukkan untuk mengingatkan hakikat besar ini kepada kita semua. Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita merenungkan serta mengambil pelajaran dari syariat-syariat di bulan mulia ini, agar kita senantiasa ingat bahwa selamanya kita ini adalah hamba Allah yang harus patuh dan tunduk kepada-Nya.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

TUNDUK TERHADAP PERINTAH ALLAH MEMBAWA BERKAH – Pelajaran Dari Bulan Dzulhijjah

Ketundukkan adalah hal yang dituntut dari seorang hamba. Berkaitan dengan bulan yang mulia ini dan …

Tulis Komentar