Beranda / Ilmu Syar'i / Akhlak / Mukmin Tidak Mencela Angin

Mukmin Tidak Mencela Angin

Jika ada seorang yang mengaku mukmin namun banyak dan sering mencela maka keimanannya dipertanyakan. Sebab seorang mukmin sejati itu tidak banyak mencela. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

“Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya” (HR. Tirmidzi, no. 1977; Ahmad, no. 3839 dan lain-lain)

Di musim hujan ini, angin kencang kerap terjadi. Maka ingat bahwa salah satu yang diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah jangan mencela angin. Dari Ubay bin Ka’ab, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda:

لَا تَسُبُّوا الرِّيحَ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا مَا تَكْرَهُونَ فَقُولُوا اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيحِ وَمِنْ خَيْرِ مَا فِيهَا وَمِنْ خَيْرِ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيحِ وَمِنْ شَرِّ مَا فِيهَا وَمِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Janganlah kamu mencela angin! Jika kamu melihat apa yang kamu tidak suka dari angin itu maka katakanlah, ‘Wahai Allah! Kami mohon kepada-Mu dari kebaikan angin ini, dan dari kebaikan yang ada pada angin ini, dan dari kebaikan yang angin ini dikirim. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, dan dari keburukan yang ada pada angin ini, dan dari keburukan yang angin ini dikirim.” (HR. Tirmidzi, no: 1599; Ahmad, 5/123)

Oleh sebab itu, di musim hujan seperti ini jangan sampai kita ini mudah mencela; angin, hujan, banjir, dingin, dst. Sebab mukmin sesungguhnya tidak banyak mencela.

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja untuk dapatkan artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA), Radio Rodja, Cileungsi.

Check Also

KITABUT TAUHID BAB 58 – Larangan Mencaci Maki Angin

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu mencaci maki …

Tulis Komentar

WhatsApp chat