Beranda / Fawa'id / Tanda-tanda Lailatul Qadar

Tanda-tanda Lailatul Qadar

Lailatul qadar dapat diketahui melalui tanda-tandanya, di antara yaitu (Shahih Fiqh as-sunnah: 2/149-150):

1. Cuaca malam itu sedang dan anginnya tenang. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

لَيْلَة الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لا حَارَّةٌ وَلا بَارِدَةٌ تُصْبِحُ شَمْسُها صَبِيحَتَهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاءَ

“Lailatul qadar adalah malam yang tenang, cerah tidak panas dan tidak pula dingin. Pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lemah dan berwarna kemerahan.” (HR. ath-Thayalisi: 349, Ibnu Khuzaimah: 3/231)

2. Ada ketentraman dan ketenangan pada malam itu yang dibawa turun oleh para malaikat, sehingga manusia merasakan ketentraman hati, lapang dada dan kelezatan beribadah pada malam itu yang tidak pernah dirasakan pada malam-malam yang lain.

3. Sebagian orang melihatnya dalam mimpi, sebagaimana pernah dialami oleh sebagian sahabat Nabi.

4. Pagi harinya matahari terbit jernih tanpa memancarkan sinarnya. Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

صَبِيحَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ تَطْلُعُ الشَّمْسُ لا شُعَاعَ لَهَا كَأَنَّهَا طَسْتٌ حَتَّى تَرْتَفِعَ

“Matahari terbit pada pagi lailatul qadar tanpa cahaya menyilaukan seolah-olah seperti talam hingga tinggi.” (HR. Muslim: 174)

Catatan: Masyarakat umum memiliki banyak mitos dan keyakinan yang rusak tentang tanda-tanda lailatul qadar ini. Di antaranya, pada malam itu pohon-pohon sujud, semua bangunan tertidur, rasa garam berubah tawar, anjing-anjing berhenti menggonggong, dan mitos-mitos lainnya yang jelas rusak dan batil.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Puasa Arafah Haruskah Bersamaan Dengan Wuquf Di Arafah?

Soal: Assalamu’alaikum. Mohon pencerahannya Ustadz, kalau tahun ini nggak ada haji bagaimana dengan ibadah Qurban, …

Tulis Komentar

WhatsApp chat