Beranda / Ilmu Syar'i / Fikih / Waktu Makan Sahur Sesuai Sunnah

Waktu Makan Sahur Sesuai Sunnah

Makan sahur adalah perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk orang yang hendak berpuasa, beliau bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya dalam makanan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari: 1923)

Dan sunnah dari makan sahur ini adalah mengakhirkannya, artinya dilakukan ketika mendekati waktu subuh. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau menuturkan:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُمْ تَسَحَّرُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ أَوْ سِتِّينَ يَعْنِي آيَةً

Bahwa Zaid bin Tsabit telah menceritakan kepadanya, bahwa mereka pernah sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian mereka berdiri untuk melaksanakan shalat.” Aku (Anas) bertanya, “Berapa jarak antara sahur dengan shalat subuh?” Dia (Zaid) menjawab, “Antara lima puluh hingga enam puluh ayat.” (HR. Bukhari: 575)

Sekarang tinggal diperkirakan saja, berapa menit seorang membutuhkan waktu untuk membaca lima puluh ayat dengan bacaan yang tidak terlalu cepat tidak pula terlalu lambat dan ayatnya pun tidak terlalu pendek tidak pula terlalu panjang, maka itulah jarak antara sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan shalat subuh.

Oleh sebab itu, berusahalah untuk makan sahur serta berusaha pula untuk mengakhirkannya agar amalan kita sesuai dengan amalannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga besar pahalanya.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Tetap Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan

Tidak ada kata pensiun dalam ibadah. Menjadi hamba Allah tidak terhenti dengan berakhirnya bulan Ramadhan. …

Tulis Komentar

WhatsApp chat