Beranda / Artikel Salayok / Ibadah Wajib Adalah Obat Hati Yang Mati

Ibadah Wajib Adalah Obat Hati Yang Mati

Hati kita ini terkadang hidup dan berwarna sehingga kita merasakan indahnya hidup sebagai seorang hamba. Tetapi, tidak jarang juga hati kita ini redup lalu mengeras dan semakin keras seperti batu, sampai puncaknya ia pun mati, sehingga hidup kita menjadi susah, dunia terasa sempit, tidak ada lagi merasakan kenikmatan ibadah kepada Allah.

Ketika kita merasakan hati kita telah mulai mati maka jangan biarkan, segeralah obati dengan mengerjakan serta memperhatikan kembali ibadah-ibadah yang wajib. Dan apabila ia telah kembali hidup maka biasakanlah dengan amalan yang sunnah agar ia dapat istiqamah.

Ini adalah nasehat dari seorang tabi’in yang mulia yaitu Imam Hasan Al Bashri rahimahullah, beliau mengatakan:

إِنَّ الْقُلُوبَ تَمُوتُ وَتَحْيَا ، فَإِذَا هِيَ مَاتَتْ فَاحْمِلُوهَا عَلَى الْفَرَائِضِ ، فَإِذَا هِيَ أُحْيِيَتْ فَأَدِّبُوْهَا بِالتَّطَوُّعِ

Hati itu terkadang mati dan terkadang hidup. Apabila ia mati maka bawalah ia kepada amalan wajib. Dan jika ia hidup maka biasakanlah ia dengan amalan sunnah.” (Az Zuhd Imam Ahmad: 1609)

Oleh sebab itu, jagalah ibadah-ibadah kita. Terutama ibadah yang wajib, karena ia adalah obat penawar hati yang mati. Demikian pula dengan ibadah-ibadah sunnah, jangan remehkan, usahakanlah untuk dijaga karena ia adalah pelindung hati kita.

Baca juga Artikel:

Agar Hati Tidak Ditimpa Dengki

Hati Yang Salim

Pondok Jatimurni BB 3 Bekasi, Senin, 2 Syawwal 1441H/ 25 Mei 2020 M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Covid-19 Mengingatkan Kita Untuk Segera Keluar Dari Kenyamanan Hidup – Khutbah Jum’at

Di tengah pademi Covid-19 yang melanda, marilah kita melihat hikmah dibalik semuanya. Berikut adalah teks …

Tulis Komentar

WhatsApp chat