Beranda / Ilmu Syar'i / Hadits / Mu’amalah Dengan Wanita Harus Sabar, Lembut dan Mudah Memaafkan

Mu’amalah Dengan Wanita Harus Sabar, Lembut dan Mudah Memaafkan

Riyadhush Shalihin Bab 34 – Wasiat Berbuat Baik Kepada Kaum Wanita

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

اسْتوْصُوا بِالنِّساءِ خيْراً، فإِنَّ المرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوجَ ما في الضِّلعِ أَعْلاهُ، فَإِنْ ذَهبتَ تُقِيمَهُ كَسرْتَهُ، وإِنْ تركتَهُ، لمْ يزلْ أَعوجَ، فاستوْصُوا بِالنِّسَا

“Berwasiatlah engkau semua kepada kaum wanita dengan yang baik-baik, sebab sesungguhnya wanita itu dibuat dari tulang rusuk dan sesungguhnya selengkung-
lengkungnya tulang rusuk ialah bagian yang teratas sekali. Maka jikalau engkau mencoba meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya dan jikalau engkau biarkan saja, maka ia akan tetap lengkung selama-lamanya. Oleh sebab itu, maka berwasiatlah yang baik-baik kepada kaum wanita itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat pada Shahihain :

المرْأَةُ كالضِّلَعِ إِنْ أَقَمْتَها كسرْتَهَا، وإِنِ استَمتعْت بِهَا اسْتَمتعْت وفِيها عَوجٌ

“Wanita itu seperti tulang rusuk, jika engkau luruskan maka engkau akan mematahkan, dan jika engkau bersenang-senang dengannya (membiarkan) maka engkau dapat bersenang-senang dengannya tapi dia tetap bengkok.”

Dalam riwayat Imam Muslim:

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ لَنْ تَسْتَقِيمَ لَكَ عَلَى طَرِيقَةٍ فَإِنْ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَبِهَا عِوَجٌ وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلَاقُهَا

“Sesungguhnya seorang wanita di ciptakan dari tulang rusuk, dan tidak dapat kamu luruskan dengan cara bagaimanapun, jika kamu hendak bersenang-senang dengannya, kamu dapat bersenang-senang dengannya dan dia tetap saja bengkok, namun jika kamu berusaha meluruskannya, niscaya dia akan patah, dan mematahkannya adalah menceraikannya.” (HR. Muslim: 1468)

===================================

Asal penciptaan wanita

Dalam memaknai hadits ini, para ulama berselisih pendapat menjadi dua pendapat, apakah hadits:

خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ

“Diciptakan dari tulang rusuk.. “

Maknanya hakiki yaitu maksudnya memang perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam, ataukah maknanya majaz yaitu menunjukkan bahwa wanita itu tabiatnya bengkok persis seperti tulang rusuk.

Imam Ibnul ‘Arabi rahimahullah dalam kitab ‘Aridhatul Ahwadzi (5/162) menjelaskan:

“Wanita diciptakan dari tulang rusuk mengandung kemungkinan bermakna hakiki. Diriwayatkan bahwa ketika Adam tengah tertidur dicabutlah salah satu dari tulang rusuk kiri, kemudian diciptakanlah Hawa’ dari tulang rusuk itu. Ketika Adam terbangun ia mendapati Hawa sudah ada di sampingnya, ia tidak lari tapi justru bersikap lembut kepadanya, karena dia (Hawa’) merupakan bagian dari dirinya. Oleh karena itu tulang rusuk bagian kiri jumlahnya kurang dari jumlah tulang rusuk bagian kanan.

Dan ada juga kemungkinan bermakna majaz (kiasan), maknanya wanita itu diciptakan dari sesuatu yang bengkok dan kaku, jika engkau ingin meluruskannya maka tentu engkau akan mematahkannya. Jika engkau bersenang-senang dengannya diatas kondisinya yang seperti itu maka engkau dapat bersenang-senang dengan sesuatu yang bengkok.”

Disadur dari artikel di Islamqa, klik untuk membaca lebih lanjut.

Bermuamalah dengan wanita dengan lembut dan toleransi

Dari makna yang telah disebutkan diatas, kesimpulannya bahwa wanita itu memiliki sifat bengkok baik pada tabiatnya maupun akhlaknya, mereka memiliki kekurangan pada akalnya seperti rasa cemburu yang besar, perasaan yang sangat halus, sehingga wajib bagi seorang laki-laki untuk bersikap lembut, sabar dan mudah memaafkan mereka.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah setelah menyebutkan hadits:

 اسْتوْصُوا بِالنِّساءِ خيْراً، فإِنَّ المرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوجَ ما في الضِّلعِ أَعْلاهُ

“Berwasiatlah engkau semua kepada kaum wanita dengan yang baik-baik, sebab sesungguhnya wanita itu dibuat dari tulang rusuk dan sesungguhnya selengkung-
lengkungnya tulang rusuk ialah bagian yang teratas sekali.”

Beliau berkata: “Ini adalah perintah kepada para suami, bapak, saudara laki-laki dan yang lainnya agar berwasiat baik kepada mereka dan berbuat baik, tidak menzalimi mereka, memberikan hak-hak mereka serta mengarahkan mereka pada kebaikan. Hal ini wajib atas semuanya berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

اسْتوْصُوا بِالنِّساءِ خيْراً

“Berwasiatlah engkau semua kepada kaum wanita dengan yang baik-baik.”

Jangan sampai menghalangi dari melakukan hal itu keadaan mereka yang terkadang berlaku buruk dalam beberapa kesempatan kepada suami, karib kerabatnya, baik dengan lisan maupun dengan perbuatannya. Karena mereka tercipta dari tulang rusuk sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam:

وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ

“Dan bagian yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas.” (HR. Bukhari: 5185, Muslim: 1468)

Maknanya, pasti pada tabiatnya terdapat sesuatu dari kebengkokan dan kekurangan. Oleh karena itu dijelaskan dalan hadits yang lain:

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ

“Dan aku tidak pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya, dapat menghilangkan akal seorang laki-laki yang tangguh selain kalian (para wanita).” (HR.Bukhari: 304)

Diringkas dari artikel binbaz.org, Klim untuk baca lengkapnya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan:

“Jika engkau berusaha untuk menjadikannya lurus sesuai dengan apa yang engkau inginkan maka hal itu tidak akan mungkin, pada saat itulah engkau merasa jemu dan akhirnya engkau mentalaknya, maka mematahkannya adalah dengan mentalaknya.

Hadits ini merupakan tuntunan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bagaimana cara seorang memperlakukan keluarganya, seyogyanya dia mengambil ma’af sesuai dengan apa yang dimudah baginya, sebagaimana Allah berfirman:

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A’raf: 199)

Tidak ada wanita yang sempurna

Kita tidak akan pernah menemukan seorang wanita (istri) pun yang bebas dari aib. Karena memang mereka sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu wasalam tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Maka sampai pun wanita-wanita terbaik yaitu istri Nabi shallallahu alaihi wasallam memiliki kekurangan ini. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu ia bercerita:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ بَعْضِ نِسَائِهِ فَأَرْسَلَتْ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ بِصَحْفَةٍ فِيهَا طَعَامٌ فَضَرَبَتْ الَّتِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِهَا يَدَ الْخَادِمِ فَسَقَطَتْ الصَّحْفَةُ فَانْفَلَقَتْ فَجَمَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِلَقَ الصَّحْفَةِ ثُمَّ جَعَلَ يَجْمَعُ فِيهَا الطَّعَامَ الَّذِي كَانَ فِي الصَّحْفَةِ وَيَقُولُ غَارَتْ أُمُّكُمْ ثُمَّ حَبَسَ الْخَادِمَ حَتَّى أُتِيَ بِصَحْفَةٍ مِنْ عِنْدِ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا فَدَفَعَ الصَّحْفَةَ الصَّحِيحَةَ إِلَى الَّتِي كُسِرَتْ صَحْفَتُهَا وَأَمْسَكَ الْمَكْسُورَةَ فِي بَيْتِ الَّتِي كَسَرَتْ

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada di tempat isterinya. Lalu salah seorang Ummahatul Mukminin mengirimkan hidangan berisi makanan. Maka isteri Nabi yang beliau saat itu sedang berada dirumahnya memukul piring yang berisi makanan, maka beliau pun segera mengumpulkan makanan yang tercecer ke dalam piring, lalu beliau bersabda: “Ibu kalian rupanya sedang terbakar cemburu.” Kemudian beliau menahan sang Khadim (pembantu) hingga didatangkan piring yang berasal dari rumah isteri yang beliau pergunakan untuk bermukim. Lalu beliau menyerahkan piring yang bagus kepada isteri yang piringnya pecah, dan membiarkan piring yang pecah di rumah isteri yang telah memecahkannya. (HR. Bukhari: 5225)

Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa yang cemburu itu adalah Aisyah radhiyallahu anha. (HR. Ahmad: 11589)

Dari hadits ini kita bisa melihat bagaimana kekurangan itu ada pada wanita terbaik dan kita juga melihat praktek langsung dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika menghadapi kekurangan dari seorang wanita.

Jangan lihat satu pintu

Salah satu bentuk berbuat baik kepada mereka selain memberikan ma’af dan memahami kondisi mereka, yaitu melihat akhlak mereka yang lain. Jangan terpaku pada satu sisi tetapi lihatlah sisi yang lain juga. Karena bisa jadi kita tidak suka dengan satu akhlak darinya tetapi masih ada akhlak lain yang kita ridha terhadapnya. Maka jadikanlah hal ini untuk menambal kekurangannya sambil terus bersabar. Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata’ala:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ  فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya. (QS. An-Nisa’: 19)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang Mukmin membenci wanita Mukminah, jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain.” (HR. Muslim: 1469)

Selesai disusun di rumah Kranggan, Ahad 28 Shafar 1441 H/ 27 Okt 2019 M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA), Radio Rodja, Cileungsi.

Check Also

Berlaku Adil Dalam Kehidupan Rumah Tangga

Riyadhush Shalihin Bab 34 – Wasiat Berbuat Baik Kepada Kaum Wanita 2/274 – Dari Abdullah …

Tulis Komentar

WhatsApp chat