Beranda / Artikel Salayok / Perpisahan Dengan Ramadhan

Perpisahan Dengan Ramadhan

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Ketika memberitakan tentang kewajiban puasa Ramadhan, Allah mengatakan puasa Ramadhan itu hanya beberapa hari saja. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ، أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. (QS. Al-Baqarah: 183-184)

Baru kemarin rasanya kita menyambut bulan itu, namun hari ini kita hendak berpisah. Tanpa terasa, ternyata bulan Ramadhan sangat cepat berlalu. Maka di akhir pertemuan dan hari perpisahan ini, kita nukilkan ucapan dari Imam as-suyuthi rahimahullah, sebagai nasehat untuk kita semua. Beliau mengatakan:

ألا إِنَّ شَهْرَ الصَّوْمِ عَنْكُمْ قَدِ انْقَضَى – فَهَلْ مَرْجِعٌ مِنْكُمْ لِوَشْك انصِرَامِهِ
وَهل فِيكُمْ مُسْتَوْحِشٌ لِفِرَاقهِ – وَمَا فَاتَهُ مِنْ صومِهِ وَقِيَامِهِ
فَلَا تُهمِلُوا يَا قَوْمُ إِخرَاجَ حَقهِ – وَأَدُّوا زَكَاةَ الفِطْرِ عِنْدَ تَمَامِهِ
وَمَا شُرِعَتْ إلاَّ لِتَكفيْرِ لَغْوِهِ – وَلَم تُفْرَضْ إلاَّ طُهْرَةً لِصيَامِهِ
فَقَدْ فَازَ مَنْ زكَّى وَصَلَّى لِرَبِّهِ – بِشَهْرِ الصَّوْم تَكفِيْرَ عَامِه

“Ingatlah bahwa bulan puasa telah selesai
Adakah di antara kalian yang bertaubat ketika akan berpisah dengannya?
Adakah di antara kalian yang sedih karena berpisah dengannya?
Dan menyesali kekurangan puasa dan shalat malamnya?
Wahai kaum, janganlah kalian lalai untuk mengeluarkan kewajiban
Tunaikanlah zakat fitri ketika Ramadhan telah selesai
Tidaklah ia disyariatkan kecuali untuk melebur kesia-siaannya
Tidaklah ia diwajibkan kecuali untuk membersihkan puasanya
Sungguh beruntung orang yang berzakat dan shalat untuk Rabbnya
Di bulan puasa yang akan meleburkan dosanya selama setahun.” (Al-Izdihar: 68)

Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan yang mulia ini. Puasa, shalat tarawih, bacaan al-Qur’an, sedekah, i’tikaf, dzikir, do’a, dst, mudah-mudahan benilai ibadah di sisi-Nya. Dan kita berharap semoga Allah kembali memberikan kesempatan kepada kita semua, sehingga menyampaikan kita pada bulan Ramadhan berikutnya. Amiin.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Puasa Arafah Haruskah Bersamaan Dengan Wuquf Di Arafah?

Soal: Assalamu’alaikum. Mohon pencerahannya Ustadz, kalau tahun ini nggak ada haji bagaimana dengan ibadah Qurban, …

Tulis Komentar

WhatsApp chat