Beranda / Artikel Salayok / Makanan Sahur Yang Paling Afdhal

Makanan Sahur Yang Paling Afdhal

Makan sahur adalah salah satu sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam ibadah puasa. Meski hukumnya tidak wajib, namun hendaknya kita berusaha untuk tidak meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

 السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Makan sahur itu penuh berkah. Maka janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya seteguk air. Sesungguhnya Allah dan Malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad: 11086)

Dan jika kita mampu makan sahur dengan menyantap beberapa butir kurma maka itu lebih afdhal. Karena kurma adalah makanan sahur yang paling utama. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَ سَحُورُ المُؤْمِنِ الْتَّمْرُ

Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma. (HR. Abu Dawud: 2345)

Oleh sebab itu, usahakanlah untuk tidak meninggalkan makan sahur. Dan jika memungkinkan maka makan sahurlah dengan ditambah beberapa butir kurma. Semoga ibadah puasa kita semakin berkah lantaran kita mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA), Radio Rodja, Cileungsi.

Check Also

Perbedaan antara Ittiba’ dan Taqlid

Ittiba’ adalah sebuah hal yang diperintahkan, terpuji dan wajib. Sedangkan taqlid justru sebaliknya, hukum asalnya …

Tulis Komentar

WhatsApp chat