Syarhus Sunnah – #22 Qashar Shalat Ketika Safar

Imam Al-Muzani mengatakan

وَإِقْصَارُ الصَّلَاةِ فِي الْأَسْفَارِ وَالِاخْتِيَارُ فِيهِ بَيْنَ الصِّيَامِ وَالإِفْطَارِ فِي الْأَسْفَارِ ، إِنْ شَاءَ صَامَ وَإِنْ شَاءَ أَفْطَرَ

Mengqashar shalat dalam safar serta memilih antara tetap berpuasa dan berbuka ketika safar. Jika ia ingin puasa boleh, jika ingin berbuka juga boleh.

Pelajaran Berharga dan Penjelasan

Dari ucapan Imam Al-Muzani ini ada beberapa faidah dan pelajaran berharga yang dapat kita petik, yaitu:

Pelajaran Pertama: Terkadang beberapa permasalahan fikih dibicarakan dalam pembahasan akidah karena adanya kelompok yang menyimpang.

Pelajaran Kedua: Kaitan erat antara keyakinan dengan amalan

Pelajaran Ketiga: Kejelian ulama dalam melihat penyimpangan yang perlu diperingatkan

Baca juga Artikel

Syarhus Sunnah Imam Al-Muzani

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

 

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Back to top button
WhatsApp chat