Membuka Aib Setelah Menikah, Haruskah?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Saya mau bertanya, Alhamdulillah saya sudah hijrah. Sekarang saya belajar hidup di dalam naungan syariat. Ustadz, haruskah saya mengatakan aib atau dosa kita kepada calon pasangan saya nanti? Bagaimana caranya? Karena sebelum menikah saja sudah menghantui kalau akan seperti dan itu. Apalagi kalau sudah menikah…? Mohon dibantu. (Tri, Palembang, 085223xxxxxx4)

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullah. Alhamdulillah jika penanya sudah hijrah dari tempat atau teman yang merusak kehormatan agama dan dan dirinya. Sebab, termasuk tanda sempurnanya iman di antaranya, seseorang benci kembali kepada kekufuran atau perbuatan maksiat setelah Allah Subhanahu wa ta’ala menyelamatkannya.

Jika kita benar-benar sudah bertaubat dari perbuatan jelek masa lalu, maka kita tidak perlu menjelaskan aib kita kepada calon istri atau suami maupun kepada orang lain. Itu karena Allah Subhanahu wa ta’ala telah menutupi aib kita, dan insya Allah dosanya akan terampuni dengan taubat yang nasuha. Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ أُمَّتي مُعافًى إلّا المُجاهِرِينَ، وإنَّ مِنَ المُجاهَرَةِ أنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ باللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وقدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عليه، فَيَقُولَ: يا فُلانُ، عَمِلْتُ البارِحَةَ كَذا وكَذا، وقدْ باتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، ويُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عنْه

“Setiap umatku dimaafkan (dosanya), kecuali orang yang al-mujahirin (menampakkannya kepada orang lain). Dan sesungguhnya di antara bentuk menampakkan (dosa) adalah seorang hamba yang melakukan amalan di waktu malam sementara Allah telah menutupinya, kemudian di waktu pagi dia berkata, ‘Wahai Fulan, semalam aku telah melakukan ini dan itu,’ padahal pada malam harinya (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya. Sedang di pagi harinya ia menyingkap apa yang telah ditutupi oleh Allah.” (HR. al-Bukhari: 6069)

Jika ada was-was datang ingin mengungkapkan aib, segeralah membaca ta’awudz, dan berusahalah berdzikir setiap hari dengan membaca doa pagi dan petang. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menghilangkan was-was dari dalam hati penanya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِمَّا یَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّیۡطَـٰنِ نَزۡغࣱ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36)

Usahakan juga tidak lagi berteman dengan orang-orang yang rusak akidah dan akhlaknya, agar tidak terjadi was-was yang mengganggu ketenangan jiwa. Wallahu a’lam.

________________________________

Dijawab oleh: Ust. Aunur Rofiq Bin Ghufron, Lc. (Muharam 1437 H – Vol.91, Al Mawaddah)

Diposting oleh Maribaraja.Com

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc

Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc adalah mudir Ma'had Al-Furqon Al-Islami Srowo, Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Beliau juga merupakan penasihat sekaligus penulis di Majalah Al-Furqon dan Al-Mawaddah

Related Articles

Back to top button
WhatsApp Yuk Gabung !