Bahasa Arab Bukan Ciri Radikal

Belakang ini, kita dibuat heboh dengan ucapan seorang yang mengatakan bahwa diantara ciri paham Radikal dan Teroris adalah mempelajari dan menyebarkan Bahasa Arab. Padahal siapa saja yang mempelajari Al-Qur’an dan Hadits Nabi pasti ia akan menemukan bahwa keduanya sangat anti, sekaligus mengharamkan segala bentuk Terorisme. Cobalah kita baca firman Allah:

وَلاَتَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّباِلْحَقِّ

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS. Al-An’am: 151)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

“Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari perjalanan sejauh 40 tahun.” (HR. Bukhari no.3166)

Bom bunuh diri?! Jelas haram dalam Islam. Membunuh orang lain tanpa haq haram, membunuh diri sendiri pun juga haram. Allah berfirman:

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻜُﻢْ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ

Dan janganlah kamu membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.“ (QS. An-Nisaa: 29)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا أَبَدًا

“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi tajam maka besi itu diletakkan di tangannya, ditusukkan ke perutnya di neraka jahannam dia kekal di dalamnya.” (HR. Bukhari: 5778, Muslim: 109)

Sedangkan keduanya; Al-Qur’an dan Hadits itu berbahasa Arab. Karenanya jika ingin terlepas dari pemahaman Radikal dan Terorisme sebenarnya dengan belajar bahasa Arab. Karena dengan itulah kita bisa memahami Al-Qur’an dan Hadits secara utuh sehingga kita mengerti bahwa Terorisme itu adalah haram. Umar bin Khaththab dalam salah satu surat yang beliau kirimkan kepada Abu Musa Al-Asy’ari berkata:

فَتَفَقَّهُوْا فِي السُّنَّةِ وَتَفَقَّهُوْا فِي العَرَبِيَّةِ

Pelajarilah Sunnah dan pelajarilah Bahasa Arab. (Jami’ Bayan Al-Ilm wa Fadhlih: 2228)

Sebagai seorang muslim, pernyataan orang tersebut bahwa bahasa Arab adalah ciri paham radikal dan teroris tentu membuat kita gerah, dan harus kita tolak dengan keras karena Islam tidak seperti itu. Jika ada orang yang mengatakan bahwa dengan bahasa Arab seorang akan berpaham radikal maka hanya ada dua kemungkinan, yaitu: Pertama, dia seorang yang tidak mengenal apa itu Islam yang sebenarnya, atau yang kedua, ia memang memiliki tujuan busuk. Semoga Allah menjaga kita semua dari segala keburukan.

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja untuk dapatkan artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda di admin berikut KLIK

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Back to top button
WhatsApp chat