Beranda / Ilmu Syar'i / Akidah / BOM MELEDAK SEBELUM BULAN RAMADHAN

BOM MELEDAK SEBELUM BULAN RAMADHAN

Untuk kesekian kalinya, bom meledak di bumi pertiwi. Menghilangkan nyawa dan mengalirkan darah manusia. Membunuh diri untuk membunuh orang lain. Merusak suasana hati, karena hari-hari ini adalah hari menanti dan mempersiapkan diri menyambut tamu yang mulia, bulan Ramadhan.
Siapa pun yang melakukannya, maka Islam berlepas diri dari mereka. Jika itu orang yang mengaku muslim, maka tentu mereka bukan muslim yang sesungguhnya.Karena Islam bukan agama radikal, muslim bukan teroris. Mengapa? Karena Rabb mereka telah jelas berfirman:
وَلاَتَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّباِلْحَقِّ
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS. Al-An’am: 151).
Dijelaskan oleh Imam al-Qurthubi rahimahullah bahwa: “Ayat ini adalah larangan membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah baik dari kalangan kafir musta’man atau kafir mu’ahad kecuali dengan sebab yang dapat dibenarkan.” (Jami’ul Ahkamil Qur’an: 9/109 cet.Muassasah ar-Risalah)
Karena itulah, barang siapa yang mengaku muslim atau muslimah kemudian membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah maka ia akan mendapatkan balasan yang sangat pedih. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

“Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari perjalanan sejauh 40 tahun.” (HR. Bukhari no.3166)
Disamping itu, membunuh diri sendiri juga dilarang dan dikecam keras dalam syariat Islam. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
 
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻜُﻢْ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
“Dan janganlah kamu membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.“ (QS. An-Nisaa: 29)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا أَبَدًا
“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi tajam maka besi itu diletakkan di tangannya, ditusukkan ke perutnya di neraka jahannam dia kekal di dalamnya.” (HR. Bukhari: 5778, Muslim: 109)
Dari sana, maka tampaklah bahwa bom bunuh diri, membunuh orang lain non muslim, bukan ajaran Islam. Islam berlepas diri dari mereka. Oleh sebab itu, jika memang para pelakunya mengaku muslim maka jangan sampai menjelekkan dan memojokkan agama Islam. Cukup orangnya saja karena agama Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan hal yang demikian.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Rugi Besar Karena Enggan Berbakti

Tidak ada manusia yang ingin merugi. Tapi, betapa banyak orang-orang yang merugi sedangkan ia tidak …

satu komentar

  1. Semoga Allah ta'alaa melimpahkan rahmatnya, dijadikan-Nya negeri yang aman sentosa, gemah ripah loh jinawi, dikarenakan penduduknya yang senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar benarnya taqwa.

Tulis Komentar

%d bloggers like this: