Beranda / Artikel Salayok / Kalau Tidak Bisa Memperbaiki, Setidaknya Jangan Merusak Agama Ini

Kalau Tidak Bisa Memperbaiki, Setidaknya Jangan Merusak Agama Ini

Islam akan kembali asing. Inilah kabar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan kita yakin bahwa itu pasti akan terjadi. Beliau pernah bersabda:

بَدَأَ الإِسْلامُ غَرِيبًا ، وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا ، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana ia bermula, maka beruntung orang-orang yang asing.” (HR. Muslim: 145)

Dijelaskan oleh al-Imam Abul Hasan as-Sindi rahimahullah (w.1137H), perihal makna “Islam itu akan kembali asing”, beliau mengatakan:

وَسَيَعُودُ غَرِيبًا، بِقِلَّةِ مَنْ يَقُوم بِهِ وَيُعِين عَلَيْهِ وَإِنْ كَانَ أَهْله كَثِيرًا

Islam akan kembali asing disebabkan karena sedikitnya orang yang benar-benar mengamalkannya dan menolong (memberikan kontribusi) kepadanya meskipun pemeluknya banyak.” (Hasyiah Ibni Majah: 4/349 Cet. Darul Ma’rifah, Beirut)

Subnalllah, bukankah itu terjadi di zaman kita ini. Di saat banyak orang yang mengaku muslim namun tidak perhatian dan tidak mengamalkan Islam dengan sesungguhnya. Sangat jauh dari amalan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Dan yang lebih membuat kita khawatir adalah : “Jangan-jangan kita ini termasuk salah satu dari mereka yang membuat Islam ini kembali asing.” Karena kita menyadari, bahwa kita hidup di akhir zaman, dan beragama karena faktor keturunan. Bisa jadi, banyak amalan kita yang bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, marilah kita kembali mempelajari agama. Kita sesuaikan lagi amalan kita dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita ikut pengajian dan duduk di majelis taklim lagi, kita baca buku-buku tentang agama lagi. Mudahnya begini, kalau kita tidak bisa banyak memberikan kontribusi dan memperbaiki agama ini, setidaknya kita tidak merusaknya dengan amalan kita yang tidak ada dasarnya dari Nabi.

Baca juga Artikel:

Sudah Benarkah Islamku? 

Ibnu Abdil Izz – Mengupah Pembaca Al Qur’an Untuk Menghadiahi Pahalanya Kepada Mayit

Pondok Jatimurni BB 3 Bekasi, Bekasi, Ahad, 15 Syawwal 1441H/ 7 Juni 2020 M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Khabbab bin Al Aratt – Sirah Sahabat

“Semoga Allah Merahmati Khabbab. Ia Telah Masuk Islam Karena Keinginannya, Berhijrah Karena Taat dan Hidup …

Tulis Komentar

WhatsApp chat