Beranda / Artikel Salayok / KENAPA?! (Art.Salayok25)

KENAPA?! (Art.Salayok25)


“Duh, sudah lelah letih ibadah, kok rezekinya ngak nambah-nambah, hidup tetap saja susah? Padahal tetangga sebelah, jangankan ibadah sunnah, shalat aja tidak. Tapi, hartanya melimpah ruah……..kenapa?!”

🐾Terkadang sebagian saudara kita atau mungkin juga kita, sempat berpikiran demikian. Ya namanya setan tentu akan berusaha mengganggu kita dengan bisikan yang bermacam-macam. Tapi, mari kita sama-sama renungkan ayat berikut.

Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al-Baqarah: 126)

Buya Hamka menjelaskan:

“Di dunia mendapat bagian yang sama di antara mukmin dan kafir. Malahan kadang-kadang rezeki yang diberikan kapada kafir lebih banyak daripada yang diberikan kepada yang beriman.

Tetapi, banyak atau sedikit pemberian Allah di atas dunia ini, dalam soal kebendaan belumlah boleh dijadikan ukuran. Nanti di akhirat baru akan diperhitungkan di antara iman dan kufur. Yang kufur kepada Allah, habislah rezekinya sehingga hidup ini saja. Ujian akan diadakan lagi di akhirat. Betapapun kaya raya, banyaknya tanam-tanaman, buah-buahan di dunia ini, tidak akan ada lagi setelah gerbang maut dimasuki.

Orang yang kaya kebendaan tetapi miskin jiwa, gersang dan sunyi daripada iman adalah neraka yang menjadi tempatnya.” (Tafsir al-Azhar: 1/298-299 Cet. Pustaka Panjimas)

Lantas apa yang kita rusuhkan, ternyata banyak sedikitnya rezeki di dunia bukan tolak ukur.

Mereka yang mendapatkan bagian yang banyak di dunia padahal mereka kufur nanti juga akan mempertanggung jawabkan.

Dan bagi Anda yang mendapat bagian yang sedikit padahal senantiasa beribadah kepada Allah, yakinlah bahwa Allah Maha Adil, tidak akan menzalimi hamba-Nya. Allah tunda di akhirat agar kelak terasa lebih indah dan nikmat. Harus yakin.

Semoga bermanfaat.
Zahir al-Minangkabawi

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah – Ini Sudah Cukup Untuk Mengantarkanku

Manakala Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu tiba di Syam, para pembesar; panglima dan komandan pasukan …

Tulis Komentar