Beranda / Ilmu Syar'i / Akidah / PELAJARAN AKIDAH DARI SYARIAT MENYEGERAKAN BERBUKA

PELAJARAN AKIDAH DARI SYARIAT MENYEGERAKAN BERBUKA

Miris memang, ketika kita melihat umat Islam yang ikut-ikutan meniru orang-orang non Islam. Baik dari model berpakaian, gaya bergaul, pola pikir, dst. Akhirnya, saat kita berada di tempat-tempat umum seperti pasar, bandara, terminal, jalanan, dst, kita tak dapat lagi membedakan antara muslim dengan yang bukan.

Padahal di dalam Islam salah satu syariat yang harus dipegang erat yaitu menyelisihi orang-orang kafir. Bahkan, kemulian serta kehinaan umat berbanding lurus dengan sikap umat Islam itu sendiri terhadap syari’at ini. Dalam banyak hal baik besar seperti akidah, maupun hal kecil.

Coba renungkan, dalam urusan berbuka puasa saja, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kita untuk menyegerakannya. Tujuannya untuk apa?  Salah satunya adalah untuk menyelisihi orang-orang kafir. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَزَالُ الدِّينُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُونَ

Islam akan senantiasa jaya ketika manusia (kaum muslimin) menyegerakan waktu berbuka karena Yahudi dan Nashrani mengakhirkannya.” (HR. Abu Daud: 2353, Shahih Abi Dawud: 2063)

Dalam hadits ini selain terdapat perintah menyegerakan berbuka untuk menyelisihi orang-orang Yahudi dan Nasrani, terdapat pula keterangan sebab kejayaan dan kemuliaan Islam yaitu ketika pemeluknya menyelisihi kebiasaan orang-orang ahlul kitab tersebut. Artinya juga, bahwa sebaliknya sebab kehinaan umat Islam adalah ketika mereka tidak mau menyelisi atau malah mengikuti dan meniru mereka.

Para sahabat yang merupakan generasi terbaik dari umat ini memahami betul hal ini. Amr bin Maimun pernah mengatakan:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَ النَّاسِ إِفْطَارًا وَأَبْطَأَهُمْ سَحُوْرًا

“Para sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah orang-orang yang paling bersegera berbuka dan paling lambat (mengakhirkan) sahur.” (Zadul Muslim: 4/568)

Sehingga karena sikap mereka itulah, mereka menjadi umat terbaik. Punya harga diri dan mulia. Sejarah kehidupan mereka tekenang manis sampai hari ini.

Sebenarnya ibadah puasa Ramadhan ini memberikan pelajaran tentang pentingnya menyelisihi orang-orang kafir. Seorang muslim punya harga diri dan kemulian, Islam lebih mulia dari apa yang ada pada mereka. Pantang untuk mengagumi, apalagi untuk meniru dan mengikuti mereka. Oleh sebab itu mari menyelisihi orang-orang kafir diantaranya dengan menyegerakan berbuka puasa.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Sampai Mempersekutukan Dengan Anjingnya

Kenyataannya banyak manusia yang terjatuh dalam kesyirikan dan kekufuran. Yang jelas-jelas musyrik dan kafir betapa …

Tulis Komentar