Beranda / Ilmu Syar'i / Akidah / Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Diangkat Menjadi Nabi dan Rasul

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Diangkat Menjadi Nabi dan Rasul

Nabi Muhammad shallallahu alaihi dilahirkan dalam keadaan yatim sehingga beliau diasuh oleh kakeknya yaitu Abdul Muththalib. Selang beberapa waktu meninggallah Abdul Muththalib sehingga pengasuhan Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpindah ke paman beliau yaitu Abu Thalib.

Ketika beliau berumur 40 tahun, turunlah wahyu pertama yaitu surat Al-Alaq: 1-5, melalui malaikat Jibril, Allah berfirman:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ، خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ، اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ، الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ، عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.  Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-‘Alaq: 1-5)

Dengan ayat inilah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam diangkat menjadi seorang Nabi.

Kemudian selang beberapa waktu, turun wahyu surat al-Muddatsir. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ، قُمْ فَأَنذِرْ ، وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ، وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ، وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ، وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ ، وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (QS. Al-Mudatstsir: 1-8)

Dengan ayat inilah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam diangkat menjadi Rasul.

Perbedaan antara Nabi dan Rasul

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Nabi adalah seorang yang diberikan wahyu dengan syariat namun tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Sedangkan rasul adalah adalah seorang yang diwahyukan dan diperintahkan untuk menyampaikannya.” (Syarh Tsalatsatul Ushul: 123)

Maksudnya, seorang rasul diturunkan syariat dan kitab sedangkan nabi diturunkan kepadanya syariat dan kitab sebelumnya. Dengan kata lain, nabi diutus untuk memperkuat dan mengembalikan syariat rasul yang telah ada sebelumnya, ia diutus tidak membawa syariat yang baru.

Rasul lebih tinggi kedudukannya dari pada Nabi. Para ulama mengatakan:

كُلُّ رَسُوْلٍ نَبِيٌّ وَلَيْسَ كُلُّ نَبِيٍّ رَسُوْلًا

Setiap rasul adalah nabi dan tidak setiap nabi itu adalah rasul. (Syarh Tsalatsatul Ushul: 123)

Faidah dari perjalanan Rasulullah shallallahu alaihi ini:
1. Semua perbuatan dan takdir Allah pasti ada hikmah yang terbaik
2. Rahasia dan keutamaan umur 40 tahun
3. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diutus untuk mendakwahkan tauhid
4. Segala seuatu butuh proses dan waktu

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Ma’rifatun Nabi; Nama-nama, Kunyah dan Nasab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Di antara kewajiban pokok atas setiap muslim dan muslimah yaitu mengenal Nabi shallallahu alaihi wasallam. …

Tulis Komentar

WhatsApp chat