Beranda / Ilmu Syar'i / Akidah / UMAR BIN AL-KHATHTHAB (Art.Salayok101)

UMAR BIN AL-KHATHTHAB (Art.Salayok101)

Umar bin al-Khattab, adalah bintang dari sekian banyak bintang yang berkilau. Sosok yang patut dijadikan teladan bagi kita yang hidup di hari ini. Beliau memiliki banyak keutamaan, sampai-sampai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpesan:

اقْتَدُوا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي مِنْ أَصْحَابِي أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ

“Ambillah teladan dari dua orang setelahku dari sahabat-sahabatku, (yaitu) Abu Bakar dan Umar.” (HR. Tirmidzi: 3805, dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi)

Satu hal yang patut kita ambil dari Umar bin Al-Khaththab, yaitu bagaimana cara memaknai kebaikan dalam kehidupan. Beliau radhiyallahu anhu pernah mengatakan:

مَا أُبَالِي عَلَى أَيِّ حَالٍ أَصْبَحْتُ!  عَلَى مَا أُحِبُّ أَمْ عَلَى مَا أَكْرَهُ. ذٰلِكَ بِأَنِّي لَا أَدْرِي الخَيْرَةُ فِيْمَا أُحِبُّ أَمْ فِيْمَا أَكْرَهُ

“Aku tidak peduli dalam keadaan bagaimana aku berada di pagi ini, apakah aku senangi atau tidak. Yang demikian itu karena aku tidak mengetahui hakikat kebaikan yang sebenarnya apakah dalam hal yang aku senangi ataukah dalam hal yang aku benci.” (Az-Zuhd li Abi Dawud: 108 cet. Darul Misykah, Kairo)

Itulah salah satu nasehat emas al-Faruq untuk kita semua. Bahwa kebaikan yang sejati ada di tangan Allah ta’ala. Sadarilah, bahwa tidak semua yang kita senangi itu baik dan sebaliknya tidak semua yang kita benci itu buruk.

Kita makhluk yang punya banyak keterbatasan, lemah dan tidak tahu apa-apa tentang kebaikan. Betapa banyak hal yang kita cintai tapi hakikat sesungguhnya itu adalah buruk, untuk dunia maupun akhirat. Dan sebaliknya, sering kali kita memandang buruk sesuatu padahal itu baik itu kita. Karenanya Allah ta’ala berfirman:

{كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ} [البقرة : 216]

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 216)

Oleh sebab itu, selalu serahkan segala urusan pada Allah. Allah lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Jalani dan nikmati saja hidup ini, tidak perlu berkeluh kesah. Karena keluh kesah sendiri tidak akan menyelesaikan masalah. Seorang bijak pernah mengatakan:

“Tulislah semua rencana kita. Tapi, biarlah Allah yang memilihnya. Allah punya rencana yang lebih indah dari apa yang kita pikirkan. Allah tidak memberi semua yang kita inginkan tapi memberi apa yang kita butuhkan. Kadang kita sedih, kecewa, terluka menerima semua. Namun jauh di atas segalanya, Allah sedang menyiapkan yang terbaik untuk kita.”

Singkatnya, bersemangatlah dalam setiap langkah kehidupan. Tetaplah tersenyum dan jangan peduli, apakah kaki menginjak tanah bertabur bunga ataukah menginjak “bancah” yang bertabur air mata. Karena semua ada hikmah dibaliknya. (zhr)

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah – Ini Sudah Cukup Untuk Mengantarkanku

Manakala Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu tiba di Syam, para pembesar; panglima dan komandan pasukan …

Tulis Komentar