Beranda / Artikel Salayok / VALENTINE DAY (Art.Salayok74)

VALENTINE DAY (Art.Salayok74)

Valentine day, menjadi senjata berbisa dalam menghacurkan umat ini, terlebih para pemuda pemudinya.

Saking kuatnya racunnya, banyak pemuda pemudi menjadi seperti ikan kena tuba, ikut-ikutan bersama lautan manusia yang salah jalan. Alih-alih mengeluarkan taring, mereka malah jadi fans dan pengagum setia.

Herannya lagi, sebagian di antaranya, saat Palestina terpojokkan mereka pada turun ke jalanan, sorakkan makian serta kutukan. Akan tetapi saat datang valentine day mereka juga ambil bagian dan tak mau ketinggalan.

Umair bin Abi Waqqash, ingatkan nama itu. Simak baik-baik kisah hidupnya.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash ia menuturkan:

“Aku melihat adikku Umair bin Abi Waqqash sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memeriksa pasukan pada perang Badar bersembunyi. Lalu aku pun bertanya kepadanya: ‘Ada apa denganmu wahai adikku?’ 

Dia menjawab: ‘Aku khawatir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatku, beliau akan menganggapku masih kecil sehingga beliau pun akan menolakku (tidak membolehkan ikut berperang). Padahal aku  ingin sekali bergabung pada perperangan ini, mudah-mudahan saja Allah mengaruniakan mati syahid padaku.’

Kemudian dia pun dihadapkan kepada  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan ternyata benar beliau  menganggapnya masih muda belia sehingga menolaknya. 

Lantas Umair menanggis. Beberapa saat kemudian akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengizinkannya.

Sa’ad bin Abi Waqqash berkata lagi, ‘Jadi akulah yang membawakan pedangnya, karena mudanya umurnya (tidak kuat membawa pedang itu)’

Dan Umair pun terbunuh pada peperangan itu dalam usia 16 tahun.” (ath-Thabaqat al-Kubra: 3/149)

Lihat pemuda itu kenapa dia menangis? Cengengkah dia? Tidak….

Itulah pemuda zaman dahulu yang membuat Islam gilang gemilang. Bandingkan dengan keadaan kita sekarang. Banyak juga yang menanggis, tapi bukan karena ditolak ikut perang, hanya karena tak punya uang buat beli coklat untuk Valentine day.

Banyak juga yang bahagia, tapi bukan bahagia karena diizinkan ikut memerangi orang-orang kafir. Namun justru bahagia karena ini hari valentine, hari kasih sayang sedunia. 

Na’udzubillah, mudah-mudahan Anda yang membaca tidak masuk bersama orang yang banyak itu.(zhr)

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Ikhlas Akan Memudahkan Seorang Hijrah Meninggalkan Kebiasaan Buruk

Hijrah tak semudah diucapkan, karena meninggalkan kebiasaan buruk memang tak semudah membalik kedua telapak tangan. …

Tulis Komentar