Beranda / Ilmu Syar'i / Akidah / BAB 5 : Dakwah Tauhid – Silsilah Akidah

BAB 5 : Dakwah Tauhid – Silsilah Akidah

Dakwah hukumnya wajib bagi setiap mukmin. Hal ini berdasarkan firman Allah tentang sifat-sifat manusia yang dapat selamat dari kerugian. Allah berfirman:

وَالْعَصْرِ ، إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-Ashr: 1-3)

Di dalam ayat ini Allah menyebutkan empat sifat manusia yang akan bisa selamat dari kerugian yaitu: beriman, beramal shalih, berdakwah dan sabar.

Ayat ini merupakan salah satu dalil yang menunjukkan bahwa dakwah hukumnya wajib.

Dakwah itu adalah ibadah, sehingga dalam pengamalannya harus berlaku dua syarat agar diterima dan bernilai ibadah di sisi Allah. Dua syarat itu adalah: ikhlas dan mutaba’ah. Sehingga ketika berdakwah tidak cukup dengan niat yang baik saja, namun harus pula mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Salah satu dalil yang mengambarkan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam berdakwah adalah firman-Nya:

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)

Di dalam ayat ini ada beberapa faidah, diantaranya yang berkaitan dengan dakwah yaitu:
1. Dakwah harus dibangun di atas bashirah (ilmu)
2. Dakwah harus karena Allah
3. Dakwah harus mengajak manusia ke jalan Allah supaya mereka menunaikan hak Allah, bukan kepada individu atau kelompok tertentu.

Hak Allah yang paling besar dan yang paling utama untuk ditunaikan adalah menauhidkan-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun. Berdasarkan sabda sebuah hadits dari salah seorang sahabat Nabi yang mulia, Mu’adz bin Jabal radliyallaahu anhu, ia pernah menuturkan:

كُنْتُ رِدْفَ النَّبِي صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ، فَقَالَ: يَا مُعَاذُ، تَدْرِى حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ؟ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ؟ قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ أُبَشِّرُ النَّاسَ؟ قَالَ: لاَ تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا

Pernah suatu ketika aku dibonceng oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam di atas seekor himar yang bernama ‘Ufair. Lalu beliau berkata kepadaku: “Wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-Nya dan apa hak hamba atas Allah?” Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda:“Sesungguhnya hak Allah atas hamba-Nya adalah mereka hanya beribadah kepada Allah saja dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun. Dan hak hamba atas Allah adalah Allah tidak akan mengadzab seorang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” Lantas kemudian aku bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkah aku kabarkan hal ini kepada manusia?” Beliau menjawab: “Jangan kabarkan kepada mereka, nanti mereka meninggalkan amal.” (HR. Bukhari: 2856, Muslim: 30)

Diantara dalil yang menunjukkan bahwa dakwah tauhid adalah dakwah prioritas (yang harus diutamakan) adalah hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata,

“Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengutus Muadz bin Jabal radhiyallahu anhu ke Yaman beliau bersabda kepadanya:

إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ – وفي رواية: إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوْا اللهَ- فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ، وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ

“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) maka hendaklah pertama kali yang harus kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat La Ilaha Illallah –dalam riwayat yang lain disebutkan: “supaya mereka mentauhidkan Allah”- jika mereka mematuhi apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam, jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang yang fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari harta pilihan mereka, dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya dan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh sebab itu, kita wajib berdakwah dan hal yang pertama sekali kita dakwahkan adalah dakwah tauhid. Bagaimana menyelamatkan manusia dari bahaya kesyirikan, dosa terbesar yang menyebabkan kekal dalam neraka.

Pelajaran Penting
1. Berdakwah harus dengan ilmu
2. Dakwah tauhid adalah jalannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam dan para sahabat.
3. Wajib mendakwahkan tauhid dan menjadikannya sebagai prioritas.

Baca juga:

THAGUT DAN DAKWAH PARA RASUL – Surat An-Nahl: 36

 

Penulis: Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

dakwah tauhid
Ayo belanja kitab arab di maribaraja store
Belanja sambil beramal. Dengan belanja di maribaraja store maka anda akan ikut andil dalam kegiatan dakwah dan pendidikan islam. Karena keuntungan dari penjualan 100% akan digunakan untuk operasional dakwah dan pendidikan di Maribaraja.com

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA), Radio Rodja, Cileungsi.

Check Also

BAB 6: HIDAYAH HANYA MILIK ALLAH – Silsilah Akidah

Hidayah hanya milik Allah, firman Allah: إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن …

Tulis Komentar

WhatsApp chat