Beranda / Ilmu Syar'i / Tafsir / Kehancuran Suatu Negeri (#2/6)

Kehancuran Suatu Negeri (#2/6)

Penyebab Kehancuran Negeri

Ketahuilah bahwa apa pun yang terjadi di dunia dan alam lainnya hanyalah Allah ﷻ yang berbuat dan yang menghendakinya, bukanlah alam yang berbuat dosa sebagaimana tuduhan pakar alam. Tetapi wajib kita ketahui, bahwa tidaklah Allah menghancurkan suatu negara melainkan karena ada sebabnya, yang sebab tersebut adalah karena ulah manusia itu sendiri. Allah ﷻ berfirman:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Hud: 117)

Diantara penyebab hancurnya suatu negeri ialah :

1. Mengingkari nikmat Allah ﷻ. (Lihat QS. An-Nahl: 112)

2. Mendustakan utusan Allah, atau menolak ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. (Lihat QS. An-Nahl: 113, QS. Al-Furqon: 26, QS. Asy-Syu’aro: 139)

Ibnu Katsir رحمه الله berkata ketika menafsirkan Surat Al-A’raf: 98-99 ;
Tetapi mereka mendustakan utusan Allah ﷻ, maka Kami siksa mereka dengan kehancuran.. karena mereka melanggar larangan dan berbuat dosa.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 3/404)

3. Penduduk negeri tersebut banyak melakukan kemaksiatan. (Lihat QS. Al-Isra’: 16, QS. Al-Ahqaf: 35, QS. Ad-Dukhan: 37)

4. Penduduknya selalu berambisi dunia dan melalaikan akhirat.

Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata: “saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda :

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

Jika kamu jual beli dengan sistem ‘inah (yaitu membeli barang dengan kredit, lalu menjualnya dengan kontan kepada penjual dengan harga lebih murah), dan kamu sibuk mengurusi binatang ternak, kamu lebih menyukai bercocok tanam dan kamu tinggalkan jihad fii sabilillah, maka Allah akan menghinakan kamu. Dan tidaklah Allah ﷻ mencabut kehinaan ini, sehingga kamu kembali menghidupkan agamamu.
(HR. Abu Dawud: 3/274, Lihat As-Shahihah oleh Al-AlBani: 11)

Inilah kenyataan yang ada, baik dari tokoh umat atau pun orang awamnya.

5. Bila kaum muslimin takut mati.

Tsauban رضي الله عنه berkata: Rasulullah ﷺ bersabda :

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Hampir saja banyak umat yang akan memerangi kalian sebagaimana mereka lapar mengerumuni hidangan di nampannya.” Lalu ada yang bertanya: “Apakah kita pada saat itu tergolong minoritas?” Beliau ﷺ menjawab: “Tidak, bahkan kalian tergolong mayoritas, tetapi kalian ibarat buih, dan sungguh Allah ﷻ akan mencabut rasa ketakutan hati musuh kalian, dan Allah ﷻ akan memasukkan didalam hati kalian penyakit ‘wahn’.” Lalu ada yang bertanya: “Apakah wahn itu wahai Rasulullah !?” Beliau ﷺ menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
(HR. Abu Dawud: 4/111, Shahih. Lihat cetakan Baitul Afkar No: 4297, Musnad As-Syamiyin: 1/334)

6. Penduduknya banyak melakukan kemusyrikan dan kezaliman. (QS. Yunus: 13, QS. Al-Ankabut: 31, QS. Al-Qasas: 59, QS. Al-Kahfi: 59, QS.Yunus: 13)

7. Bila telah tersebar kemaksiatan. (QS. Al-Ahqaf: 25, QS. Muhammad: 10)

8. Menghina ulama sunnah. (Lihatlah peristiwa Nabi Hud عليه السلام ketika diejek oleh penguasa pada saat itu. QS. Hud: 27)

9. Merasa aman dari siksa Allah ﷻ. (QS. Al-A’raf: 99)

10. Bila kemungkaran dibiarkan. (QS. Al-A’raf: 165)

11. Melampaui batas. (QS. Al-Anbiya: 9)

❀•◎•❀

Tiga Golongan Utama Perusak Islam

Setelah kita mengetahui penyebab kehancuran negara secara umum, yang intinya karena mengingkari nikmat Allah ﷻ dan mendustakan ajaran Nabi ﷺ, maka kita perlu mengetahui pula siapakah para pakar perusak Islam, agar kita dapat waspada dari bahaya dan fitnah mereka.

Abdullah Ibnul Mubarak رحمه الله berkata: “Tidaklah dirusak agama Islam ini melainkan oleh tiga golongan: Pemimpin, Ulama Sesat dan Ahli Ibadah yang Tersesat.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 2/351 dan Tafsir Al-Qurthubi: 8/120)

Yang dimaksud pemimpin diatas meliputi pemimpin negeri, organisasi, partai dan juga pemimpin-pemimpin lainnya. Namun bukan berarti semua pemimpin dikatakan perusak dinul Islam. Karena itu, perhatikan keterangan dibawah ini! (Selanjutnya)

Bersambung…

https://maribaraja.com/kehancuran-suatu-negeri-3-6/

Tentang Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc

Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc adalah mudir Ma'had Al-Furqon Al-Islami Srowo, Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Beliau juga merupakan penasihat sekaligus penulis di Majalah Al-Furqon dan Al-Mawaddah

Check Also

Enam Nasihat Syaikh Shalih Al Ushaimi Dalam Menghadapi Wabah Corona – Khutbah Jum’at

Di tengah wabah yang melanda, semakin butuh kita pada para Ulama. Berikut adalah teks khutbah …

Tulis Komentar

WhatsApp chat