Beranda / Hikmah Hidup / Kiat-kiat Membuat Istri Menjadi Shalihah

Kiat-kiat Membuat Istri Menjadi Shalihah

Riyadhush Shalihin Bab 34 – Wasiat Berbuat Baik Kepada Kaum Wanita

279/7 – Dari Iyas bin Abdullah bin Abu Dzubab, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَضْرِبُوا إِمَاءَ اللَّهِ فَجَاءَ عُمَرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ذَئِرْنَ النِّسَاءُ عَلَى أَزْوَاجِهِنَّ فَرَخَّصَ فِي ضَرْبِهِنَّ فَأَطَافَ بِآلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِسَاءٌ كَثِيرٌ يَشْكُونَ أَزْوَاجَهُنَّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ طَافَ بِآلِ مُحَمَّدٍ نِسَاءٌ كَثِيرٌ يَشْكُونَ أَزْوَاجَهُنَّ لَيْسَ أُولَئِكَ بِخِيَارِكُمْ

Janganlah kalian memukul hamba-hamba wanita Allah (yakni, istri-istri kalian)!” Kemudian Umar datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; para wanita berani kepada suami-suami mereka. Kemudian beliau memberikan keringanan untuk memukul meraka. Kemudian terdapat banyak wanita yang mengelilingi keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka mengeluhkan para suami mereka. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh telah terdapat wanita banyak yang mengelilingi keluarga Muhammad dan mengeluhkan para suami mereka. Mereka bukanlah orang pilihan (terbaik) diantara kalian.” (HR. Abu Dawud: 2146)

Faidah hadits:

1. Boleh memukul tapi pada tempatnya dan dengan kadar yang ditetapkan syari’at tidak boleh berlebihan dan melampaui batas

2. Barangsiapa yang sering memukul keluarganya maka tanda kurangnya kebaikan pada dirinya

280/8 – Dari Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Ash radhiyallahu anhuma bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِها الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim: 1467)

Faidah hadits:

1. Apabila seorang hamba dianugerahi istri yang shalihah maka ia telah mendapatkan perhiasan dan kesenangan dunia yang paling besar.

2. Istri yang shalihah adalah sebaik-baik bekal yang akan mengantarkan seorang ke akhiratnya.

Kiat-kiat membuat istri menjadi shalihah

1. Hendaknya suami istiqamah di atas ketaatan kepada Allah. Karena keshalihan seorang suami adalah diantara sebab terbesar untuk istri membuat istri menjadi shalihah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَقِيمُوا الصَّلاةَ ، وَآتُوا الزَّكَاةَ ، وَحُجُّوا ، وَاعْتَمِرُوا ، وَاسْتَقِيمُوا يُسْتَقَمْ بِكُمْ

Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, berhaji, berumrah serta beristiqamahlah, niscaya kalian akan diberi keistiqamahan. (HR. Thabrani)

Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ لَا يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Engkau tidak akan rugi berteman dengan penjual minyak wangi. Sebab bisa jadi engkau membeli darinya atau paling tidak engkau mencium bau yang wangi darinya. Sedangkan, seorang tukang besi, akan membakar tubuh atau pakaianmu, atau paling tidak engkau mencium aroma yang busuk darinya.”  (HR. Bukhari: 2101, Muslim: 2628)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِل

Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah masing-masing dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat.” (HR. Tirmidzi: 2378, Abu Dawud: 4833, Ahmad: 8065)

Ketika seorang suami itu shalih maka istri akan terbawa pula menjadi shalih.

2. Seorang suami harus mengajari serta mendidiknya dibawah naungan ibadah kepada Allah. Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97)

3. Senantiasa berdo’a agar agar menjadikan istrinya shalihah. Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)

4. Bersabar dari perilaku buruk istrinya yang terkadang muncul. Allah berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ  فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya. (QS. An-Nisa’: 19)

5. Mencari penghasilan yang baik dan halal, karena hal itu adalah sebab keberkahan dan keshalihan, taufiq dan keberuntungan. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Wahai para rasul, makanlah dari makan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Mu’minun: 51)

Banyak mengambil faidah dari kitab Rauh wa Rayyahin Syarh Riyadhish Shalihin, Abdul Hadi bin Sa’id dan Ziyad bin Muhammad, cet. Ar-Risalah Al-‘Alamiyah, 1434 H hlm. 215-216

Selesai disusun di rumah Kranggan, Ahad 20 Rabiul Awal 1441 H/ 17 Nov 2019 M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA), Radio Rodja, Cileungsi.

Check Also

Istri Menolak Ajakan Suami Dilaknat Malaikat

Riyadhush Shalihin Bab 35 – Hak Suami Atas Istrinya 1/281 – Dari Abu Hurairah radhiyallahu …

Tulis Komentar

WhatsApp chat