MASJID

Alhamdulillah, banyak di antara kita yang telah menjadikan masjid bagian dari hidupnya. Shalat berjamaah, taklim, dan tak jarang, ketika hendak beristirahat dalam perjalanan, yang pertama kita cari bukan hotel berbintang, tapi hotel bulan bintang (re: masjid).

Bahkan kita kerap kali kecewa, sebab masjid-masjid di zaman ini di banyak daerah di negara kita seringnya dikunci. Hanya dibuka ketika waktu-waktu shalat saja. Ditambah lagi, ada tulisan “Dilarang tidur-tiduran di dalam masjid.” Tidur-tiduran aja tidak boleh bagaimana mau tidur benaran?! Padahal kita merasa sangat nyaman jika berada di dalamnya. Tapi tak mengapa, tak usah bersedih hati mudah-mudahan kita bisa masuk dalam sabda Nabi:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ …… وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ……

“Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya: (di antaranya)… seorang yang hatinya terpaut dengan masjid…” (HR. Bukhari: 660)

Imam An-Nawawi ketika menjelaskan makna hadits di atas mengatakan:
“Orang mempunyai rasa cinta yang dalam terhadap masjid dan kontinyu dalam melaksanakan shalat berjama’ah di dalamnya bukan berarti selalu tinggal didalam masjid.” (lihat Syarah An-Nawawi 7/121)

Mari mencintai masjid, memakmurkannya dengan shalat berjamaah, belajar, bermusyawarah, dst. Jadikan masjid bagian hidup kita sehari-hari, moga-moga mendapat naungan Allah nanti. Amin.

Semoga bermanfaat

 

Penulis: Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

masjid
Ayo belanja kitab arab di maribaraja store
Belanja sambil beramal. Dengan belanja di maribaraja store maka anda akan ikut andil dalam kegiatan dakwah dan pendidikan islam. Karena keuntungan dari penjualan 100% akan digunakan untuk operasional dakwah dan pendidikan di Maribaraja.com

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA), Radio Rodja, Cileungsi.

Check Also

KITABUT TAUHID BAB 47 – Memuliakan Nama-nama Allah dan Mengganti Nama Untuk Tujuan Ini

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan, Bab memuliakan nama-nama Allah dan mengganti nama untuk …

Tulis Komentar

WhatsApp chat