Beranda / Artikel Salayok / RAMADHAN DAN SI “ANAK KECIL”

RAMADHAN DAN SI “ANAK KECIL”

“Jiwa manusia tak ubahnya seperti anak kecil.” Itulah yang sering kita dengar dari penjelasan para ahli hikmah. Dan itu benar. Jiwa itu butuh diarahkan, diajarkan sesuatu yang baik, dan dibiasakan untuk melakukan ketaatan, persis seperti anak kecil.

Hal itu menjadi lebih penting lagi karena watak dasar jiwa itu condong kepada kejelekan, sebagaimana yang kabarkan oleh Allah:

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي

“Sesungguhnya jiwa (nafsu) itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS.Yusuf: 53)

Jika tidak diarahkan, dilatih, dan “dipaksa” melakukan kebaikan, maka ia akan berlumur dengan keburukan atau paling tidak merasa “malas” untuk melakukan kebaikan.

Seorang muslim harus melatih dan membiasakan jiwanya untuk mengerjakan ketaatan. Salah satu bentuk pelatihannya adalah dengan berpuasa. Kenapa? Karena dalam puasa seseorang akan meninggalkan sebagian kenikmatan yang asalnya halal demi mencari ridha Allah. Sudah barang tentu itulah pelatihan yang nyata. Tidak ada yang sanggup mengerjakannya kecuali orang-orang yang beriman, suci jiwanya dan tulus cintanya kepada Allah. Barangkali inilah yang diisyaratkan dalam sebuah hadits:

 لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Sungguh bau mulutnya orang yang puasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi. Dia meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari: 1894)

Oleh sebab itu, Ramadhan ini jangan dibiarkan lewat begitu saja. Harus dimaksimalkan untuk melatih si “anak kecil” melakukan ketaatan. Paksa dia untuk berpuasa, banyak bersedekah, membaca al-qur’an, saling berbagi, dst. Jangan sia-siakan kesempatan, mudah-mudahan jiwa kita terbiasa melakukan kebaikan.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Rahasia Ucapan Hasbunallah

Hasbiyallah atau hasbunallah; cukuplah Allah sebagai tempat aku berlindung dan bersandar, adalah kalimat luar biasa. …

Tulis Komentar

WhatsApp chat