Beranda / Artikel Salayok / RUGI BESAR (Art.Salayok38)

RUGI BESAR (Art.Salayok38)

Tidak ada manusia yang ingin merugi. Tapi, betapa banyak orang-orang yang merugi sedangkan ia tidak sadar telah merugi, terlebih di zaman kita ini.

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah pernah bersabda:
“Rugi besar ia! Rugi besar! Rugi besar!” Seorang bertanya: “Siapa dia wahai Rasulullah?” Beliu menjawab: “Orang yang mendapati salah seorang atau kedua orang tuanya ketika mereka sudah renta tapi ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim: 2551)

Mengapa mereka tidak masuk surga? Kita biarkan Imam Nawawi yang menjawabnya, beliau menjelaskan:

“Orang itu masuk surga karena ia berbuat baik kepada kedua orang tuanya dan memberikan nafkah terutama pada saat mereka sudah lanjut usia atau lemah fisiknya, sehingga barang siapa tidak peduli dengan orang tuanya maka tidak masuk surga.” (lihat: Syarh Shahih Muslim 8/338)

Alangkah mirisnya kita menyaksikan kenyataan di zaman ini. Berapa banyak orang tua yang dibiarkan oleh anak-anaknya begitu saja. Jangankan untuk memberikan sesuatu buat makan minum mereka bertanya kabar saja tidak.

Sedih memang, karena mereka (orang tua) yang dahulu berjuang untuk tumbuh kembang anak-anaknya, sekarang pun masih terus berjuang untuk menyambung hidup mereka.

Mereka yang senantiasa berusaha memberikan kebahagian untuk anaknya, dibalas dengan sesatu yang membuat hati mereka remuk redam. Menutup mata bersama air mata kesedihan.

Maka oleh sebab itu, jika Anda masih punya orang tua jangan sia-siakan. Karena mereka adalah pintu surga Anda. Berbaktilah sebelum datang penyesalan.

Semoga bermanafaat
Zahir al-Minangkabawi

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Meneladani Nabi Ibrahim Dalam Mentauhidkan Allah Pada Cinta, Harap dan Takut – Khuthbah Idul Adha 1441H

Nabi Ibrahim adalah teladan hidup manusia. Allah memerintahkan kita untuk meneladaninya dalam segala hal di …

Tulis Komentar

WhatsApp chat