Beranda / Nasihat / Tazkiyatun Nufus / Songok Menyogok Dan Kehidupan Kita

Songok Menyogok Dan Kehidupan Kita

Kita merasakan bahwa kehidupan kita di zaman ini, apalagi di tanah air kita ini terasa sulit. Kian hari kian bertambah. Banyak kerusakan yang terjadi dalam sendi masyarakat, musibah yang silih berganti. Tidak hanya satu atau dua, akan tetapi dalam jumlah yang tak terkira.

Kita tentu ingin tahu sebabnya, agar kita bisa keluar dari kondisi ini. Sebuah ayat dalam al-Qur’an, yang semoga bisa kita renungi, Allah berfirman:

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللَّهِ ۚ مَن لَّعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضَلُّ عَن سَوَاءِ السَّبِيلِ

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)

Sebabnya mengapa? Allah juga telah menjelaskan dalam ayat selanjutnya. Di antaranya yaitu:

 وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan kamu akan melihat kebanyakan mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan as-Suht. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka kerjakan itu.” (QS. Al-Maidah: 62)

Dalam ayat ini, Allah menggambarkan sebuah masyarakat yang rusak dan hancur di masa itu, yaitu masyarakat Yahudi. Di mana salah satu ciri khas mereka adalah mayoritasnya sangat suka memakan as-Suht yang ditafsirkan oleh ahli ilmu bermakna sogok.

Jadi inilah dia, bila hal itu ditiru oleh masyarakat muslim, maka kerusakan tentu tidak akan akan terelakkan. Sebagaimana hal itu menimpa mereka maka juga akan menimpa kita. Karena sebabnya sama, sebuah perbuatan yang dikutuki Allah dan juga Rasul-Nya. Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu mengatakan:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang menyogok dan orang yang menerima sogokan. (HR. Abu Dawud: 3580)

Dan itulah yang terjadi, betapa banyaknya praktek sogok menyogok dalam kehidupan kita hari ini, dari skala kecil sampai besar. Maka pantas saja hidup kita menjadi sempit, karena kita terkena laknat dan kutukan Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam.

Oleh sebab itu, jika kita mau hidup lapang tentram sentosa, maka caranya adalah membersihkan diri dari segala bentuk dosa, di antaranya dari dosa sogok menyogok. Itulah jalannya, jika kita enggan maka jangan salahkan Allah jika enggan pula mengangkat kesulitan hidup kita tersebut.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah – Ini Sudah Cukup Untuk Mengantarkanku

Manakala Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu tiba di Syam, para pembesar; panglima dan komandan pasukan …

Tulis Komentar