Beranda / Nasihat / Tazkiyatun Nufus / Dalam Sehari, Berapa Jamkah Kita Pegang HP?

Dalam Sehari, Berapa Jamkah Kita Pegang HP?

Kembali muhasabah untuk kita bersama. Mari tanyakan kembali pada diri kita sendiri, sejauh mana kecintaannya pada akhirat? Jangan-jangan selama ini, keinginan kita untuk masuk surga, mendapat keridhaan Allah dan selamat dari neraka, hanya sebatas ucapan mulut saja tanpa diiringi oleh usaha.

Coba kita renungkan dengan seksama. Gadget, android, hp, tablet, laptop, notebook dan semua barang-barang elektronik kekinian, dibandingkan dengan Kitabullah; Al-Qur’an atau buku-buku agama, manakah yang lebih banyak menyita waktu kita?

Coba kita hitung, dalam sehari semalam berapa jamkah kita pegang hp?! Sebandingkah dengan waktu yang kita gunakan untuk membaca Al-Qur’an dan buku-buku agama? Tidak usah kita lihat orang lain, ini muhasabah buat diri kita sendiri. Jujur dan jawablah dengan hati. Pasti kita akan menjawab, “Ya betul, saya lebih banyak menghabiskan waktu buat gadget.”

Padahal, nanti di akhirat, kita akan berdiri di hadapan Allah, sendiri tanpa perantara dan penerjemah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَسَيُكَلِّمُهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ

Tiada seorang pun diantara kalian melainkan akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Antara Allah dan dia tidak ada penerjemah. (HR. Bukhari: 6539)

Apa yang akan ditanya oleh Allah? Salah satunya adalah tentang waktu dan umur kita, untuk apakah digunakan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

“Tidaklah akan bergeser kaki anak Adam di sisi Allah pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai lima perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskannya; masa mudanya digunakan untuk apa; hartanya, dari mana ia mendapatkannya, dan untuk apa ia membelanjakannya; dan apa yang telah ia amalkan dari apa yang dia ketahui (ilmunya)?” (HR. Tirmidzi, ash-Shahihah: 946)

Lalu apa yang akan kita jawab nanti di hadapan Allah tentang waktu kita sehari semalam, untuk apa kita habiskan? Lalu jika seandainya Allah bertanya; “kenapa Anda tidak membaca Al-Qur’an?” Beranikah kita mengatakan “tidak punya waktu, sibuk, banyak tugas dan pekerjaan?!”

Padahal, kalau kita memang sibuk dan banyak pekerjaan sehingga tidak bisa baca Al-Qur’an atau membaca buku-buku agama, lalu kenapa kita kok bisa betah menggenggam hp untuk membaca pesan WhatsApp, melihat Facebook, mengikuti obrolan di group, mengikuti story orang di Instagram, dst?!

Mungkin kalau apa yang kita baca dalam sehari dari obralan WA, IG, FB itu dikumpulkan dalam kertas, berapa lembarkah jadinya? sedang Al-Qur’an satu halaman saja kita tidak sempat membacanya. Padahal, kita ingin masuk surga.

Oleh sebab itu, dewasalah dalam menggunakan gadget itu, terlebih hp. Batasi dan tentukan waktunya. Jangan habiskan usia kita hanya untuk itu semata. Masih banyak hal yang harus kita lakukan; baca Al-Qur’an, baca terjemahan dan tafsirnya, baca buku-buku agama, pergi kajian atau membersihkan rumah, mencuci, memasak, melipat dan setrika kain, atau hal-hal yang bermanfaat lainnya. Semoga Allah melindungi kita dari bahaya buruk gadget itu. Amin.

Baca juga Artikel:

Sibuk Dengan HP Ketika Orang Bicara Adalah Akhlak Buruk

Pondok Jatimurni BB 3 Bekasi, Bekasi, Senin, 10 Sya’ban 1441H/ 3 April 2020 M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Ushul Tsalatsah – Landasan Pertama: Mengenal Rabb

Pada bagian ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjelaskan tentang makna dari Rabb dan …

Tulis Komentar

WhatsApp chat