Beranda / Ilmu Syar'i / Soal Jawab / Apakah keluarnya darah membatalkan wudhu’?

Apakah keluarnya darah membatalkan wudhu’?

Soal: Afwan ustadz. Bagaimana hukumnya apabila kita berwudhu’ lantas ada sesuatu yang berdarah di tubuh kita, misalnya kaki kita berdarah atau tangan berdarah karena irisan pisau dll. Apakah itu membatalkan wudhu’ ustadz ? Mohon penjelasannya ustadz. Jawabannya sangat kami harapkan karena hal itu selalu terjadi di kehidupan kami sehari-hari.

Jawab:

Alhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah amma ba’du.

Mari kita baca jawaban dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, beliau pernah ditanya dengan pertanyaan serupa. “Apabila seorang berada dalam kondisi berwudhu’ lalu keluar darah dari badannya, apakah membatalkan wudhu’nya?” Beliau rahimahullah menjawab:

إن كان الدم يسيرًا كالجراحات اليسيرة فالوضوء لايبطل ووضوءه صحيح، أما إن كان الدم كثيرًا فاختلف العلماء في ذلك منهم من رآه يبطل الوضوء منهم من رأى هذه الجراحات تبطل الوضوء ومنهم من رأى أنه لا يبطل الوضوء، يعني الأحاديث في ذلك ليست صريحة والصريح منها ليس بصحيح فالأحوط للمؤمن إذا كان الدم كثيرًا أن يقضي الصلاة خروجًا من الخلاف واحتياطًا للدين، أما إن كان الدم يسيرًا وخفيفًا وقليلًا يعفى عنه

“Apabila darahnya sedikit seperti luka kecil maka wudhu’nya tidak batal dan wudhu’nya sah. Adapun apabila darah nya banyak maka para ulama berselisih pendapat dalam hal itu. Di antara mereka ada yang berpendapat hal itu membatalkan wudhu’ dan di antara mereka juga ada yang berpendapat hal itu tidak membatalkan wudhu’. Yaitu karena hadits-hadits dalam permasalahan tersebut tidak sharih (jelas), ada hadits yang sharih tapi tidak shahih (valid). Maka yang lebih hati-hati bagi seorang mukmin apabila darahnya banyak maka hendaknya dia mengqadha’ (mengulangi) shalatnya kembali agar dapat keluar dari perselisihan pendapat para ulama sekaligus sebagai bentuk kehati-hatian dalam agama. Adapun apabila darahnya sedikit, ringan, maka dimaafkan.”

Diterjemahkan dari

Hal Khuruj ad-Dam Yubthilu al-Wudhu’

Wallahu a’lam #bantu jawab
Kamis, 3 Rabiul Awal 1441/31 Okt 2019

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA), Radio Rodja, Cileungsi.

Check Also

Dua Syarat Diterimanya Ibadah

Diriwayatkan dari Fudhail bin Iyadh rahimahullah ketika menafsirkan firman Allah berikut: الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ …

Tulis Komentar

WhatsApp chat