Beranda / Ilmu Syar'i / Akidah / IMAM QATADAH (KabaUrangDulu010)

IMAM QATADAH (KabaUrangDulu010)

Seorang Imam rujukan dalam tafsir; Imam Qadatah rahimahullah pernah menjelaskan:
اَجْمَـعَ اَصْحَابُ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَى أَنَّ : كُلَّ مَنْ عَـصَى رَبَّهُ فَهُوَ فِيْ جَهَالَةٍ، عَمْدًا كَانَ اَوْ لَمْ يَكُنْ، وَ كُلَّ مَنْ عَصَى اللَّهَ فَهُوَ جَاهِلٌ،، وَكَذَالِكَ قَالَ التَّابِعُوْنَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ

Para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sepakat bahwasannya siapa saja yang mendurhakai Rabbnya maka dia berada dalam kebodohan, sama saja baik dilakukan dengan sengaja maupun tidak. Dan setiap orang yang mendurhakai Allah maka dia adalah orang yang bodoh. Para tabi’in dan ulama setelah mereka pun mengatakan demikian. (Daqaiq At-Tafsir Al-Jami’ Tafsir  Al-Imam Ibnu Taimiyah: 1/387) Alih bahasa: Agung, Lbk Sikaping Sumbar.
____________________

Ternyata seberapa cerdasnya pun kita, setinggi apapun pendidikan, entah kita bergelar Lc, S.Pd, MA, M.Ag, Dr atau Prof sekalipun, jika masih bermasiat kepada Allah selama itu kita tetaplah “orang bodoh.” Karena memang orang pintar adalah mereka yang takut kepada Allah, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. (QS. Fathir: 28)

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Rugi Besar Karena Enggan Berbakti

Tidak ada manusia yang ingin merugi. Tapi, betapa banyak orang-orang yang merugi sedangkan ia tidak …

Tulis Komentar