Korban Persugihan Bukti Pentingnya Belajar dan Mengajarkan Tauhid

Korban Persugihan Bukti Pentingnya Belajar dan Mengajarkan Tauhid

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh berita seorang anak perempuan yang dicongkel matanya, korban dari praktek persugihan. Kasihan sekali kita mendengarnya. Seorang anak yang tidak tahu apa-apa dan tidak memiliki kesalahan harus dijadikan tumbal untuk hawa nafsu dunia. Mengingatkan kita akan firman Allah tentang bayi-bayi perempuan yang dibunuh oleh orang tuanya, karena hawa nafsu semata. Allah berfirman:

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُواْ أَوْلاَدَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُواْ مَا رَزَقَهُمُ اللّهُ افْتِرَاء عَلَى اللّهِ قَدْ ضَلُّواْ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِين

Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS. Al-An’am: 140)

Allah juga berfirman:

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنبٍ قُتِلَتْ

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh (QS. At-Takwir: 8-9)

Kejadian ini, adalah peristiwa besar yang seharusnya membuat kita menyadari kembali betapa pentingnya tauhid. Dengan tauhid-lah kita dapat membendung dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang tidak bersalah dari perlakuan keji ini. Sebagaimana dahulu, Islam datang dan menghilangkan keyakinan serta perbuatan keji bangsa Arab Jahiliyah yang dengan mudah membunuh anak-anak perempuan mereka. Mari kita gaungkan lagi dakwah Tauhid. Masih banyak praktek-praktek kesyirikan yang harus kita berantas. Selamatkan diri kita, keluarga dan masyarakat dari keyakinan syirik dan perbuatan keji dengan dakwah tauhid.

Baca juga Artikel:

Artikel Kitabut Tauhid

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja untuk dapatkan artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda di admin berikut KLIK

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Back to top button
WhatsApp chat