
Bekal Menyambut 10 Awal Dzulhijjah – Khutbah Jumat
إِنَّ الْـحَمْدَ الِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ ٱاللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱاللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. يَا أَيُّهَا ٱالَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ اٱلـحَدِيثِ كِتَابُ ٱللَّهِ، وَخَيْرَ ٱالهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي ٱالنَّارِ
Jama’ah kaum muslimin, sidang jum’at rahimakumullah…..
Ada 3 macam 10 hari yang dimuliakan oleh orang-orang shalih terdahulu. Satunya sangat terkenal sedangkan duanya kurang begitu terkenal. Padahal yang kedua tidak kalah utama dari yang pertama. Ketiga 10 hari mulia itu adalah: 1) 10 akhir Ramadhan, 2) 10 awal Dzulhijjah, 3) 10 awal Muharram
Banyak diantara kita yang tahu kemulian 10 akhir Ramadhan sehingga bersiap menyambutnya agar bisa mendulang pahala yang besar di dalamnya. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa 10 awal Dzulhijjah tidak kalah mulianya dari 10 akhir Ramadhan.
Karena dalil-dalil yang ada, para ulama sampai-sampai berselisih pendapat dalam hal ini menjadi 3 pendapat, meski pendapat ketiga adalah yang paling pertengahan dengan mengatakan:
Jika ditinjau dari kemulian ibadah di malam harinya maka 10 akhir Ramadhan lebih utama, kerena ada malam Lailatul Qadar. Sedangkan jika dilihat dari siang harinya maka 10 awal Dzulhijjah lebih utama, karena terkumpul waktu dan amalan mulia seperti hari arafah, ibadah haji dan kurban, dll.
Mengatakan bahwa 10 awal Dzulhijjah merupakan hari-hari paling utama secara mutlak (ditinjau dari siang harinya) adalah hal yang tidak berlebihan karena memang banyak dalil yang menunjukkannya. Diantaranya sabda Nabi ﷺ:
مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ، يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.
“Tidak ada hari dimana suatu amal shalih lebih dicintai Allah melebihi amal shalih yang dilakukan di hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah)“. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?” Nabi ﷺ bersabda, “Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tidak ada satu pun yang kembali (ia mati syahid)”. (HR. Bukhari: 969)
Oleh karenanya, seorang muslim sangat patut untuk bersiapkan diri menyambutnya (hari ini: 27 Dzulqa’dah) dengan mencari tahu amalan apa saja yang sangat dianjurkan di 10 awal Dzulhijjah ini.
Ada 4 amalan yang sangat dianjurkan bahkan diantaranya wajib, yaitu:
- Haji bagi yang mampu
Allah berfirman:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. (QS. Ali Imran: 97)
Haji hanya ada di bulan Dzulhijjah. Puncak dari ibadah itu adalah Wuquf di arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Haji merupakan tonggak agama Islam. Salah satu dari rukun Islam yang lima. Maka bagi siapa yang telah mampu tapi tidak mau, masih saja menunda-nunda maka keislamannya dipertanyakan. Jika ia mati dalam keadaan demikian maka ia berdosa besar. Umar bin al-Khaththab pernah mengatakan:
مَنْ مَاتَ وَهُوَ مُوْسِرٌ لَمْ يَحُجَّ، فَلْيَمُتْ عَلَى حَالٍ شَاءَ، يَهُوْدِيًّا أَوْ نَصْرَنِيًّا
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan kaya tapi belum menunaikan haji, maka matilah dalam keadaan yang ia mau; Yahudi atau Nasrani.” (Al-Mushannaf Abi Syaibah: 14670, Ta’liqah ala Syarhis Sunnah Al-Imam al-Muzani: 134)
Oleh sebab itu, bagi Anda yang memiliki kelapangan rezeki dan kemampuan segeralah untuk menunaikan ibadah ini.
- Berpuasa
Ibadah ini sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak berangkat haji. Semua bisa mengerjakannya tidak harus kaya. Kapan disunnahkan puasa? Mulai dari awal bulan Dzulhijjah sampai tanggal 9 berdasarkan riwayat:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ تِسْعَ ذِىْ الْحِجَّةِ، وَيَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرِ، وَأَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيْسَ.
Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada sembilan hari bulan Dzulhijjah, hari ‘Asyura, tiga hari pada setiap bulan, dan hari Senin pertama awal bulan serta hari Kamis. (HR. Abu Dawud: 2437)
Dari sembilan hari ini yang paling ditekankan lagi yaitu pada tanggal sembilannya. Puasa yang dikenal dengan puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda :
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (Muslim no. 1162)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رب العالمين أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
- Memperbanyak dzikir
Dari semua jenis dzikir, yang lebih diutamakan di hari-hari yang sepuluh ini adalah memperbanyak takbir, tahlil dan tahmid. Setelah menyebutkan keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah ini, Rasulullaah ﷺ bersabda:
فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْل وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيد
“Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)
Takbiran di waktu ini terbagi menjadi dua, yaitu:
Pertama: Takbiran mutlak yaitu takbir yang tidak terikat dengan apapun, dianjurkan dibaca setiap saat, baik pagi maupun petang, sebelum solat maupun selepasnya, di rumah maupun di pasar, di setiap waktu, dan setiap tempat. Dahulu para Sahabat Nabi sengaja melakukannya di tempat-tempat keramaian seperti pasar. Disebutkan dalam sebuah atsar bahwa:
كَانَ ابْنُ عُمَرَ ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ العَشْرِ ، فَيُكَبِّرَانِ وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا
“Ibnu Umar dan Abu Hurairah senantiasa keluar ke pasar-pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Mereka bertakbir, dan orang-orang pun ikut bertakbir karena mendengar takbir dari mereka berdua. (Shahih Bukhari: 2/20)
Takbir mutlak dianjurkan di sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah dan pada keseluruhan hari tasyriq, dimulai semenjak masuknya bulan dzulhijjah (yaitu terbenamnya matahari di akhir bulan dzulqo’dah) sampai akhir hari tasyriq, yaitu dengan terbenamnya matahari di tanggal 13 dzulhijjah.
Kedua: Takbiran Muqayyad yaitu takbir yang dilakukan secara terikat setiap selepas shlat fardhu (baik shalat jama’ah maupun shalat sendirian). Tabiran ini dimulai dari waktu fajar di hari arafah sampai terbenamnya matahari di akhir hari tasyriq
- Berqurban
Meski pendapat yang lebih kuat, Qurban hukumnya sunnah muakkadah bukan wajib. Akan tetapi bagi siapa saja yang memiliki kelapangan diharapkan tidak meninggalkannya karena Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَم يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
“Barangsiapa yang memiliki kelapangan dan belum bekurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah: 3123, Ahmad: II/321)
Jama’ah kaum muslimin, sidang jum’at rahimakumullah…..
Disamping 4 ibadah ini, ibadah-ibadah secara umum juga sangat ditekankan untuk dilakukan karena keumuman dalil yang menyebut bahwa hari-hari ini adalah hari terbaik yang mana amal ibadah yang dilakukan pahalanya dilipatgandakan.
Maka perbanyaklah shalat-shalat sunnah, sedekah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya, memperbanyak dzikir kepada Allâh, bertakbir, membaca al-Qur`ân, dan amalan-amalan shalih lainnya. Sedekah dianjurkan setiap hari, tapi pada hari-hari ini lebih sangat dianjurkan lagi, begitu juga ibadah-ibadah yang lain. Diriwayatkan bahwa:
Sa’id bin Jubair jika memasuki sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, ia sangat bersungguh-sungguh sampai-sampai dia hampir tidak mampu melakukannya.
Mudah-mudahan Allah memudahkan kita untuk beramal shalih di hari-hari ini dan semoga Allah menerima amal ibadah tersebut.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْن
Lihat:
Arsip Khutbah Maribaraja.Com
Follow fanpage maribaraja KLIK
Instagram @maribarajacom




Yuk Gabung !