
Amalan 10 Akhir Ramadhan
Kenapa 10 Akhir Ramadhan Penting?
Abu Utsman an-Nahdi berkata:
وَقَالَ أَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ: كَانُوا يُعَظِّمُونَ ثَلَاثَ عَشَرَاتٍ: العَشْرَ الأَخِيرَ مِنْ رَمَضَانَ، وَالعَشْرَ الأَوَّلَ مِنْ ذِي الحِجَّةِ، وَالعَشْرَ الأَوَّلَ مِنْ مُحَرَّمٍ.
“Mereka (para sahabat dan tabi’in) mengagungkan tiga waktu sepuluh hari yang utama: sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah, dan sepuluh hari pertama di bulan Muharam.” (Lathaif Al-Ma’arif oleh Ibnu Rajab hlm. 35)
Nabi ﷺ semakin bersungguh-sungguh di 10 akhir Ramadhan. Aisyah berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ.
“Rasulullah ﷺ bersungguh-sungguh (dalam beribadah) pada sepuluh malam terakhir (bulan Ramadan) melebihi kesungguhan beliau di waktu-waktu lainnya.” (HR. Muslim: 1175)
Ada 2 alasan utama, yaitu:
- Amalan tergantung pada penutupnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu (dinilai) berdasarkan penutupnya.” (HR. Bukhari: 6607)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ أَحْسَنَ فِيمَا بَقِيَ، غُفِرَ لَهُ مَا مَضَى، وَمَنْ أَسَاءَ فِيمَا بَقِيَ، أُخِذَ بِمَا مَضَى وَبِمَا بَقِيَ.
“Barang siapa yang berbuat baik di sisa umurnya (atau sisa waktunya), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Namun, barang siapa yang (sengaja) berbuat buruk di sisa umurnya, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah lalu maupun apa yang tersisa.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath: 6806, dengan sanad yang Hasan)
- Adanya Lailatul Qadar
Malam yang membawa banyak keutamaan. Bahkan Allah menurunkan satu surat khusus dalam Al-Qur’an untuk mengabarkan keutamaan malam ini. Karenanya, setiap kali masuk bulan Ramadhan Nabi ﷺ bergembira, salah satu sebabnya adalah adanya Lailatul Qadar. Beliau ﷺ bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan puasa atas kalian. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan ini juga, ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa terhalangi dari kebaikannya maka sungguh ia terhalangi untuk mendapatkannya.” (HR. Ahmad: 12/59)
Amalan Apa Yang Dilakukan?
Semakin bersemangat dalam beribadah secara lahir dan batin. Aisyah berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Nabi ﷺ bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya dengan ber’ibadah dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari: 2024)
Tidak hanya secara rohani, tampilan semangat itu harus terlihat juga secara lahir. Dahulu para Salafus Shalih ketika di sepuluh akhir Ramadhan mereka mandi, memakai wewangian, mengenakan pakaian terbaik. Imam Ibnu Jarir mengatakan:
كَانُوا يَسْتَحِبُّونَ أَنْ يَغْتَسِلُوْا كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ لَيَالِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ
Dahulu mereka (Salafush Shalih) menyukai mandi setiap malam pada selupuh malam terakhir.
Tsabit mengatakan: Tamim Ad-Dari memiliki sebuah pakaian yang ia beli seharga seribu dirham. Ia memakainya pada malam yang diharapkan terjadi Lalilatul Qadar.
Hamd bin Salamah berkata: Tsabit Al-Bunani dan Humaid Ath-Thawil memakai pakaian terbaik mereka, menggunakan minyak wangi dan membuat masjid menjadi harum dengan Nudhuh (sejenis parfum) dan gaharu pada malam yang diharapkan terjadi Lailatul Qadar.
Setelah mengerjakan yang wajib, maka ada 5 amalan yang sangat dianjurkan, yaitu:
- I’tikaf
Ummul Mukminin, Aisyah berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ، حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ.
“Bahwasanya Nabi ﷺ senantiasa beriktikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, hingga Allah mewafatkan beliau.” (HR. Bukhari: 2026, Muslim: 1172)
- Qiyamul lail
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
“Barang siapa yang melaksanakan salat (dan ibadah lainnya) pada malam Lailatulqadar karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari: 1901, Muslim: 760)
Nu’man bin Basyir berkata:
قُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، لَيْلَةَ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ، إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ قُمْنَا مَعَهُ لَيْلَةَ خَمْسٍ وَعِشْرِينَ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ قُمْنَا مَعَهُ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنْ لَا نُدْرِكَ الْفَلَاحَ.
“Kami mendirikan salat malam (tarawih) bersama Rasulullah ﷺ di bulan Ramadan; pada malam ke-23 kami salat hingga sepertiga malam pertama, kemudian pada malam ke-25 kami salat bersamanya hingga tengah malam, lalu pada malam ke-27 kami salat bersamanya hingga kami mengira tidak akan sempat mengejar al-falah (makan sahur).” (HR. An-Nasa’i: 1606, Ahmad: 18402)
- Membaca Al-Qur’an
Disebutkan dalam biografi Qatadah (seorang Tabi’in):
كَانَ قَتَادَةُ يَخْتِمُ فِي كُلِّ سَبْعٍ دَائِمًا، وَفِي رَمَضَانَ فِي كُلِّ ثَلَاثٍ، وَفِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ كُلَّ لَيْلَةٍ.
“Qatadah terbiasa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap tujuh hari secara rutin; namun saat masuk bulan Ramadan, beliau mengkhatamkannya setiap tiga hari sekali, dan ketika memasuki sepuluh malam terakhir, beliau mengkhatamkannya setiap malam.” (Lathaif Al-Ma’arif oleh Ibnu Rajab hlm. 171)
- Berdo’a
Di antara do’a yang dianjurkan untuk diperbanyak membacanya yaitu do’a yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada Aisyah, ketika ia bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ بِمَ أَدْعُو قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Wahai Rasulullah! Apabila aku menjumpai malam lailatul qadar, dengan apa aku harus berdo’a?” beliau bersabda: “Katakanlah Allahumma innaka affuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau mencintai seorang pemaaf, maka ampunilah aku).” (HR. Tirmidzi: 3513, Ibnu Majah: 3850, Ahmad: 24322)
- Amal ketaatan secara umum
Yaitu sesuai dengan kesempatan yang kemudahan yang Allah berikan kepada masing-masing orang. Yang mesih memiliki orang tua, maka berbaktilah. Yang dimudahkan dalam bersedekah henfaknya banyak-banyak bersedekah. Ibnu Abbas menuturkan:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Bulan dimana Jibril menemuinya pada setiap malam Ramadhan untuk mengajari al-Qur’an. Rasulullah lebih dermawan dalam kebaikan dari pada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari: 6)
Imam Hammad bin Abi Sulaiman senantiasa memberi hidangan berbuka puasa bagi lima puluh orang pada setiap malam di bulan Ramadan. Lalu, apabila malam Idulfitri tiba, beliau menyedekahkan pakaian baru satu per satu kepada mereka semua. (Siyar A’lam An-Nubala’: 5/238)
“Panglima Surur az-Zubaidi, menteri dari Daulah Ali Najah di Yaman, memiliki pengeluaran dan sedekah yang meluas di bulan Ramadan hingga melampaui batas dan deskripsi kata-kata. Sedemikian rupa sehingga biaya operasional dapur istananya setiap hari di bulan Ramadan mencapai 1.000 dinar. Artinya, dalam satu bulan Ramadan, ia menginfakkan lebih dari 30.000 dinar untuk memberi makan orang-orang yang berpuasa. Sebagai perbandingan, total seluruh gaji pegawai istana, pekerja, hingga pejabat tinggi negaranya dalam setahun tidaklah melebihi 20.000 dinar.” (Lihat artikel islam.net dengan judul Min Adati Ash-Shalihin wa Ibadatihim fi Ramadhan)
Baca juga Artikel:
Menyingkap Rahasia Do’a Lailatul Qadar
Follow fanpage maribaraja KLIK
Instagram @maribarajacom





Yuk Gabung !