
Bolehkah Membayar Zakat Fitrah Sebelum Waktunya?
Zakat Fitrah hukumnya wajib. Diantara dalilnya adalah hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ، عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ
“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang dewasa dari kalangan kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum orang-orang keluar menuju salat (Idulfitri).” (HR. Bukhari: 1503, Muslim: 984)
Kewajiban zakat fitrah ini bagi setiap muslim yang merasakan berakhirnya bulan Ramadhan dengan kata lain ia merasakan kehidupan dunia pada dua waktu yaitu akhir dari bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal. Jika tidak mendapati kedua waktu itu maka tidak ada kewajiban zakat fitrah baginya. Contoh kasus:
Jika seorang bayi dilahirkan beberapa saat sebelum matahari terbenam di hari terakhir dari bulan Ramadhan maka wajib bagi orang tuanya untuk membayarkan zakatnya. Karena ia mendapati kedua waktunya. Namun jika bayi tersebut lahir sesaat setelah azan maghrib, berarti telah masuk 1 Syawal, ia tidak mendapatkan hari terakhir dari Ramadhan maka tidak ada kewajiban zakat fitrah baginya.
Pada kasus kematian. Jika seorang meninggal dunia sesaat sebelum matahari terbenam di hari terakhir dari bulan Ramadhan maka tidak ada kewajiban bagi ahli warisnya untuk membayarkan zakatnya. Namun jika meninggal di malam takbiran maka wajib dibayarkan zakatnya.
Kapan waktu wajibnya mengelurakan zakat fitrah dan bolehkah dikelurakan sebelum waktunya? Berikut kami terjemahkan fatwa dan keterangan dari pada ulama.
Disebutkan dalam fatwa islam.net untuk kasus yang sama.
السُّؤَالُ هَلْ يَجُوزُ إِخْرَاجُ زَكَاةِ الْفِطْرِ قَبْلَ رَمَضَانَ بِأَيَّامٍ؟
الْإِجَابَةُ الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، أَمَّا بَعْدُ:
فَزَكَاةُ الْفِطْرِ تَجِبُ بِالْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ بِالِاتِّفَاقِ، وَاخْتَلَفُوا فِي تَحْدِيدِ وَقْتِ الْوُجُوبِ، فَقَالَ الشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَمَالِكٌ فِي رِوَايَةٍ عَنْهُ: تَجِبُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ مِنْ آخِرِ يَوْمٍ مِنْ أَيَّامِ رَمَضَانَ، وَقَالَ مَالِكٌ فِي إِحْدَى الرِّوَايَتَيْنِ عَنْهُ وَأَبُو حَنِيفَةَ: تَجِبُ بِطُلُوعِ الْفَجْرِ مِنْ يَوْمِ الْعِيدِ.
أَمَّا وَقْتُ الْإِخْرَاجِ فَهُوَ قَبْلَ صَلَاةِ الْعِيدِ؛ لِمَا رَوَاهُ الشَّيْخَانِ وَغَيْرُهُمَا عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ. قَالَ صَاحِبُ عَوْنِ الْمَعْبُودِ: قَالَ ابْنُ عُيَيْنَةَ فِي تَفْسِيرِهِ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ: يُقَدِّمُ الرَّجُلُ زَكَاتَهُ يَوْمَ الْفِطْرِ بَيْنَ يَدَيْ صَلَاتِهِ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: (قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى * وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى) انْتَهَى.
وَاخْتَلَفُوا فِي تَعْجِيلِهَا عَنْ وَقْتِهَا، فَمَنَعَ مِنْهُ ابْنُ حَزْمٍ وَقَالَ: لَا يَجُوزُ تَقْدِيمُهَا قَبْلَ وَقْتِهَا أَصْلًا. وَذَهَبَ الْإِمَامَانِ: مَالِكٌ وَأَحْمَدُ فِي الْمَشْهُورِ عَنْهُ إِلَى أَنَّهُ يَجُوزُ تَقْدِيمُهَا يَوْمًا أَوْ يَوْمَيْنِ، وَذَهَبَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ إِلَى أَنَّهُ يَجُوزُ إِخْرَاجُهَا أَوَّلَ رَمَضَانَ، وَذَهَبَ الْإِمَامُ أَبُو حَنِيفَةَ إِلَى أَنَّهُ يَجُوزُ إِخْرَاجُهَا قَبْلَ رَمَضَانَ، وَالرَّاجِحُ مَا ذَهَبَ إِلَيْهِ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ مِنْ جَوَازِ إِخْرَاجِهَا قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ، أَيْ اعْتِبَارًا مِنَ الثَّامِنِ وَالْعِشْرِينَ مِنْ رَمَضَانَ، وَلَا يَجُوزُ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ، لِمَا رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ. فَقَوْلُهُ: كَانُوا: أَيْ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالِاقْتِدَاءُ بِهِمْ أَوْلَى. وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
Pertanyaan: Apakah boleh mengeluarkan zakat fitrah beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadan?
Jawaban: Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Adapun setelah itu:
Zakat fitrah wajib dikeluarkan karena telah berbuka (menyelesaikan) puasa Ramadan berdasarkan kesepakatan ulama (ittifaq). Namun, para ulama berbeda pendapat dalam menentukan waktu kapan kewajiban itu dimulai:
- Imam Asy-Syafi’i, Ahmad, dan Malik (dalam satu riwayat): Wajib dimulai sejak terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadan.
- Imam Malik (dalam riwayat lain) dan Abu Hanifah: Wajib dimulai sejak terbit fajar pada hari Idulfitri.
Adapun waktu pengeluarannya adalah sebelum salat Id; berdasarkan riwayat Al-Bukhari dan Muslim (Asy-Syaikhain) serta lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan zakat fitrah (dibayarkan) sebelum orang-orang keluar menuju tempat salat.
Penulis kitab Aunul Ma’bud menyebutkan: Ibnu Uyainah berkata dalam tafsirnya dari Amr bin Dinar dari Ikrimah, ia berkata: “Seseorang mendahulukan zakatnya pada hari raya fitri sebelum salatnya, karena Allah Ta’ala berfirman: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang).” Selesai kutipan.
Para ulama juga berbeda pendapat mengenai menyegerakan (ta’jil) zakat fitrah sebelum waktunya:
- Ibnu Hazm: Melarang hal tersebut dan menyatakan tidak boleh mendahulukannya dari waktunya sama sekali.
- Imam Malik dan Ahmad (pendapat yang masyhur): Boleh mendahulukannya satu atau dua hari sebelum Id.
- Imam Asy-Syafi’i: Boleh mengeluarkannya sejak awal Ramadan.
- Imam Abu Hanifah: Boleh mengeluarkannya bahkan sebelum Ramadan.
Pendapat yang lebih kuat (rajih) adalah pendapat Imam Malik dan Ahmad, yaitu boleh mengeluarkannya satu atau dua hari sebelum Idulfitri (artinya mulai tanggal 28 Ramadan), dan tidak boleh lebih dari itu. Hal ini berdasarkan riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma yang berkata: “Dan mereka (para sahabat) memberikan zakat fitrah satu atau dua hari sebelum hari raya fitri.” Kata “Mereka” di sini merujuk kepada para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan meneladani mereka adalah lebih utama.
Wallahu a’lam (Dan Allah lebih mengetahui).[1]
Guru kami Syaikh DR. Abdurrahman Al-Marsyad menjelaskan:
يَجُوزُ إِخْرَاجُ زَكَاةِ الْفِطْرِ قَبْلَ الْعِيدِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ، فَمَا مَعْنَى هَذَا؟
مَعْنَاهُ أَنَّهُ بِمَغِيبِ شَمْسِ يَوْمِ الثَّامِنِ وَالْعِشْرِينَ، وَدُخُولِ لَيْلَةِ التَّاسِعِ وَالْعِشْرِينَ، فَيَدْخُلُ وَقْتُ الْجَوَازِ.
لِأَنَّ الشَّهْرَ إِنْ كَانَ كَامِلًا فَقَدْ أَخْرَجْتَهَا قَبْلَ الْعِيدِ بِيَوْمَيْنِ، وَإِنْ كَانَ نَاقِصًا فَقَدْ أَخْرَجْتَهَا قَبْلَ الْعِيدِ بِيَوْمٍ.
“Boleh mengeluarkan zakat fitrah sebelum hari raya satu atau dua hari. Apa maksudnya?
Maksudnya adalah ketika matahari terbenam pada hari ke-28 dan masuk malam ke-29, maka saat itu mulai masuk waktu bolehnya (mengeluarkan zakat fitrah).
Karena jika bulan (Ramadhan) sempurna (30 hari), berarti ia telah mengeluarkannya dua hari sebelum hari raya. Dan jika bulan kurang (29 hari), berarti ia mengeluarkannya satu hari sebelum hari raya.” [2]
Semoga bermanfaat
Follow fanpage maribaraja KLIK
Instagram @maribarajacom
————–
[1] Fatwa di islam.net dengan judul: Hukmu Ta’jil Zakati Al-Fithr An Waqtiha no fatwa: 26574
[2] Dalam status story Whatsapp beliau 28 Ramadhan 1447H





Yuk Gabung !