Makna Takwa

Makna takwa yang disampaikan oleh Thalq bin Habib

Sebenarnya banyak sekali definisi takwa yang disampaikan oleh para ulama. Akan tetapi yang paling bagus dari semuanya adalah defenisi yang disampaikan oleh Thalq bin Habib seorang ulama Tabi’in, ia mengatakan:

إِذَا وَقَعَتِ الفِتْنَةُ فَأَطْفِئُوْهَا بِالتَّقْوَى . قَالُوْا: يَا أَبَا عَلِيٍّ: وَمَا التَّقْوَى؟ قَالَ: أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ تَرْجُوْ ثَوَابَ اللهِ ، وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَّةَ اللهِ عَلى نُوْرٍ مِنَ اللهِ تَخَافُ عِقَابَ اللهِ

“Apabilah telah terjadi sebuah fitnah (huru hara pertumpahan darah) maka padamkanlah ia dengan ketakwaan. Orang-orang pun bertanya: Wahai Abu Ali, apakah makna dari ketakwaan itu? Ia menjawab: Engkau melaksanakan ketaatan kepada Allah diatas cahaya dari Allah dalam rangka menharapkan pahala Allah dan engkau meninggalkan kemaksiatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah dalam rangka takut terhadap adzab Allah.”[1]

Defenisi takwa yang disampaikan oleh Thalq bin Habib disebut paling bagus karena tiga alasan:

  1. Mengandung makna takwa yang disampaikan oelh para ulama yang lain yaitu menjalankan perintah dan dan meninggalkan larangan
  2. Mengadung dua syarat diterimanya ibadah yaitu ikhlas dan mutaba’ah.
  3. Mengandung dua rukun ibadah yaitu harap dan takut.

[1]        Siyar A’lam an-Nubala’: 8/175

Baca juga Artikel

Al-Qur’an Dan Sunnah Sebagai Tolak Ukurnya

Selesai disusun di Jatimurni Bekasi, Ahad 2 Rajab 1442 H/ 14 Februari 2021M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
WhatsApp chat