Beranda / Ramadhan Mubarak / PUASA DAN KETENANGAN JIWA

PUASA DAN KETENANGAN JIWA

Satu hal yang kejar-kejar oleh banyak orang di zaman sekarang. Di saat kehidupan semakin membuat penat dan membosankan, adalah ketenangan. Bahkan, bagi sebagian orang, terlebih mereka yang tinggal di kota-kota besar, ketenangan lebih berharga dari apa yang mereka punya.

Kehidupan yang penuh dengan situasi yang bermuatan stressor apakah dalam bentuk tekanan, frustasi ataukah konflik dan seterusnya membuat mereka lelah. Makanya tidak heran, jika tempat-tempat rekreasi dan meditasi sekarang kian hari kian diminati. Mereka rela mengeluarkan uang dalam jumlah berapa saja, asal mereka mendapatkan ketenangan.

Padahal, dalam Islam tidak perlu jauh-jauh dan tidak perlu juga mengeluarkan uang, cukup dengan beribadah kepada Allah dengan sepenuhnya diantaranya melaksanakan puasa. Karena inilah salah satu manfaat puasa meski tidak banyak orang yang tahu, yaitu dapat menjernihkan hati dan pikiran sekaligus mendatangkan ketenangan.

Dengan meninggalkan berbagai kenikmatan dan keinginan jiwa dengan berpuasa, menyedikitkan makan dan minun maka pikiran dan hati akan menjadi jernih dan bersih. Hati dan pikiran akan terpusat untuk dzikir dan beribadah. Sedangkan dzikir adalah obat untuk mendapatkan ketenangan yang paling ampuh, Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’d: 28)

Sebaliknya, banyak makan dan minum akan membuat hati lalai dan sibuk. Bahkan, tidak mustahil membuat hati menjadi keras dan gersang. Ibrahim bin Adham rahimahullah pernah mengatakan:

مَنْ ضَبَطَ بَطْنَهُ ضَبَطَ دِينَهُ، وَمَنْ مَلَكَ جُوعَهُ مَلَكَ الْأَخْلَاقَ الصَّالِحَةَ، وَإِنَّ مَعْصِيَةَ اللَّهِ بَعِيدَةٌ مِنَ الْجَائِعِ، قَرِيبَةٌ مِنَ الشَّبْعَانِ، وَالشِّبَعُ يُمِيتُ الْقَلْبَ، وَمِنْهُ يَكُونُ الْفَرَحُ وَالْمَرَحُ وَالضَّحِكُ

“Barang siapa yang mampu menahan perutnya akan mampu menjaga agamanya. Barang siapa dapat menguasai rasa lapar akan meraih akhlak mulia, karena maksiat kepada Allah sangat jauh bagi orang yang lapar dan sangat dekat bagi yang kenyang. Kenyang dapat mematikan hati karena orang yang kenyang akan banyak senang, gembira, dan tertawa.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam: 2/473)

Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim kita harus mengetahui hikmah yang satu ini. Sehingga dengan begitu, kita tidak butuh lagi terhadap program-program meditasi yang banyak ditawarkan di zaman sekarang. Kita juga tidak perlu untuk bepergian kesana kemari ke tempat-tempat rekreasi hanya untuk mencari ketenangan hati. Cukup dengan berpuasa, in syaa Allah kita akan mendapatkan ketenangan jiwa.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Puasa Enam Hari Di Bulan Syawwal

Sebagian orang, ketika berakhir bulan Ramadhan dan datang idul fitri, mereka begitu bersemangat dan sibuk …

Tulis Komentar

WhatsApp chat