
Tiga Perkara Yang Kita Cari Setiap Hari – Khutbah Jumat
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَيُّها المُسْلِمُونَ ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فقد فاز المتقون قال الله: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, apa yang kita cari dalam hidup ini? Setiap kali pagi menyingsing apa yang kita tuju untuk hari itu? Karena, tujuan akan menentukan arah perjalanan. Tujuan akan menentukan cara kita menjalani hidup.
Di kesempatan yang baik ini, kita akan mencoba mentadabburi sebuah doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ untuk senantiasa kita ucapakan setiap pagi setelah shalat subuh. Dari Ummu Salamah radliyallaahu anha, ia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Bahwasanya Nabi ﷺ senantiasa ketika shalat subuh setelah salam mengucapkan; Ya Allah aku meminta kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima. (HR. Ibnu Majah: 925, Ahmad: 26602, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah: 762)
Ini adalah diantara do’a yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi ﷺ. Hadits ini adalah jawaban dari pertanyaan kita di awal; apa yang kita cari setiap hari? Jawabannya adalah 3 hal yaitu: ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.
Pertama : Ilmu yang bermanfaat
Kenapa ilmu yang menjadi sesuatu yang kita minta dan cari pertama? Karena dengan ilmu lah kita bisa menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Imam Syafi’I berkata:
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.” (Manaqib Asy Syafi’i, 2/139)
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang benar berasal dari Al-Quran dan Sunnah kemudian membuahkan amalan. Ilmu agama yang membimbing kita untuk menempuh jalan yang benar dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kedua : Rezeki yang baik
Rezeki yang halal dan positif pengaruhnya kepada diri seorang. Bukan rezeki yang banyak, kenapa? Karenakan rezeki yang banyak dan lapang belum tentu baik untuk diri seseorang. Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan, bahwa justru rezeki yang lapanglah yang sering kali membinasakan manusia. Rasulullah ﷺ bersabda :
فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُلْهِيَكُمْ كَمَا أَلْهَتْهُمْ
Demi Allah bukan kemiskinan yang aku takutkan pada kalian, tapi aku takut dunia dibentangkan untuk kalian seperti halnya dibentangkan pada orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba meraihnya sebagaimana mereka berlomba-lomba, lalu dunia itu membinasakan kalian seperti telah membinasakan mereka. (HR. Bukhari: 6425, Muslim: 2961)
Ada orang yang ketika dilapangkan rezekinya menjadi kebaikan bagi dirinya dan orang lain semisal Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Namun ada juga orang yang ketika dilapangkan rezekinya justru membinasakan dan tidak menjadi kebaikan bagi dirinya semisal Qarun.
Oleh karena itulah, kita meminta kepada Allah rezeki yang baik. Rezeki yang bisa membuahkan kebaikan dan manfaat untuk dunia dan akhirat kita. Kita berserah diri kepada Allah karena Allah-lah yang Maha Tahu mana yang terbaik untuk diri kita. Apakah dengan rezeki yang lapang atau dengan rezeki yang cukup, Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk diri kita.
Dari sini, akan melahirkan sifat Qana’ah dalam diri kita yaitu ridha dengan takdir dan pembagian dari Allah. Jika kita melihat bahwa rezeki yang kita terima tidak sebanyak dan selapang orang lain, maka kita yakin bahwa itulah yang terbaik buat kita. Mungkin bisa jadi ketika kita dilapangkan rezekinya justru kita menjadi binasa.
Ketiga : Amal yang diterima
Tujuan hidup kita di dunia ini adalah untuk beramal ibadah, menjadi budak Allah. Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat ayat 56)
Dunia yang ada pada kita harus dijadikan sarana untuk ibadah bukan malah sebaliknya; mengorbankan ibadah demi dunia. Kita bekerja untuk menunjang ibadah bukan malah meninggalkan ibadah karena kerja. Kita bekerja supaya bisa bisa shalat bukan malah meninggalkan shalat karena alasan pekerjaan. Oleh karena itu salah satu do’a Nabi ﷺ adalah:
وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا
Ya Allah, jangan Engkau jadikan dunia ini sebagai ambisi terbesar kami, jangan jadikan tujuan tertinggi dari ilmu yang kami pelajari. (HR. Tirmidzi: 3502)
Seorang muslim wajib menjadikan 3 perkara ini sebagai sesuatu yang ia cari setiap hari. Seorang muslim tidak boleh hanya belajar saja tapi tidak bekerja dan tidak beribadah. Seorang muslim juga tidak boleh hanya kerja saja mencari rezeki tapi tidak mau belajar dan meninggalkan ibadah karenanya. Sebagaimana seorang muslim tidak boleh beramal ibadah tapi tidak dengan ilmu atau menjadikan alasan ibadah untuk meninggalkan kerja. Seorang muslim harus menggabungkan ketiga hal ini.Maka sebelum kita berusaha, kita harus berdo’a meminta pertolongan Allah terlebih dahulu agar kita bisa menggapai ketiganya setiap hari.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رب العالمين أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه، أما بعد
Ketiga hal yang diminta dalam hadits ini saling berkaitan dan berurutan. Maka dari sinilah kita bisa melihat betapa pentingnya ilmu agama, Rasulullah ﷺ menjadikannya yang pertama karena memang dua hal berikutnya hanya bisa dicapai dengan ilmu agama.
Mustahil seorang bisa mendapatkan rezeki yang baik jika dia tidak tahu hukum halal dan haram, mustahil amal seorang diterima jika dia tidak tahu syarat diterimanya ibadah. Karenanya, belajar ilmu agama adalah kunci dan sumber kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik niscaya Allah akan memahamkannya terhadap agamanya.” (HR. Bukhari: 17, Muslim: 1037)
Kata para ulama, makna tersirat dari hadits ini berarti ; Barang siapa yang tidak Allah inginkan menjadi baik maka Allah biarkan dia dalam kebodohan dan tidak paham akan agamanya. Na’udzubillah.
Dan rezeki yang baik juga sebagai penentu amal ibadah. Seorang yang hidup dari rezeki yang haram, maka dia akan kesulitan beramal ibadah. Karena itulah Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا
“Wahai para rasul, makanlah dari makan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih.” (QS. Al-Mu’minun: 51)
Para ulama mengatakan, di dalam ayat ini, Allah memerintahkan para rasul-Nya agar hanya memakan makanan yang baik kemudian memerintahkan untuk beramal shalih. Hal itu mengisyaratkan bahwa ada hubungan erat antara mengkonsumsi makanan yang baik, dengan amal shalih. Maka jangan diharap jasad kita akan bergairah untuk melakukan amal-amal shalih bila ternyata jasad tersebut tumbuh dari makanan yang haram.
Dari hadits ini juga kita melihat bahwa amal ibadah adalah puncak tujuan hidup kita, kita belajar untuk beribadah, kita mencari rezeki yang baik, bekerja tujuannya untuk menunjang ibadah. Jangan lupa dengan tujuan ini. Seorang muslim hidupnya bukan untuk uang uang dan uang, tapi untuk mengabdi kepada Allah.
Betapa agungnya do’a yang satu ini. Mudah-mudahan do’a ini bisa senantiasa kita ucapkan setiap pagi sehingga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat, yang dengan ilmu bermanfaat itulah kita bisa mendapatkan rezeki yang baik dan amal yang diterima. Sehingga dengan hal itu kita selamat hidup di dunia dan akhirat.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ إِنِّا أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
ربنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْن
Lihat:
Arsip Khutbah Maribaraja.Com
Follow fanpage maribaraja KLIK
Instagram @maribarajacom





Yuk Gabung !