TAUBAT

Tidak ada kata putus asa dalam kamus seorang mukmin. Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah. Kita semua pernah berbuat salah, maka lekaslah bertaubat. Sesungguhnya Allah sangat senang dengan taubat para hamba-Nya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia menuturkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

 اللهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ فِي أَرْضِ فَلَاةٍ

“Allah lebih senang dengan taubat seorang hamba-Nya daripada senangnya salah satu dari kalian yang mendapati untanya kembali setelah ia kehilangannya di tengah padang pasir yang luas.” (HR. Bukhari: 6309, Muslim: 2747)

Selama matahari belum terbit dari ufuk barat, pintu taubat masih terbuka luas. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا ، تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ

“Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim: 2703)

Oleh sebab, itu mari segera bertaubat sebelum terlambat. Jangan sungkan untuk kembali kepada Allah lantaran kita berlumuran dosa. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah – Ini Sudah Cukup Untuk Mengantarkanku

Manakala Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu tiba di Syam, para pembesar; panglima dan komandan pasukan …

Tulis Komentar