Beranda / Fawa'id / Tiga Sebab Utama Merebaknya Virus Corona

Tiga Sebab Utama Merebaknya Virus Corona

Terkait sebab merebaknya virus Corona (Covid-19), dua hari yang lalu tepatnya tanggal 17 Syawwal 1441H. Salah seorang ulama Madinah Nabawiyah yaitu Syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily hafizhahullah mengatakan:

Di antara hal yang membuat risau orang-orang yang berakal yaitu semakin bertambahnya korban terpapar virus Corona, terlebih lagi di kalangan orang-orang yang sudah lanjut usia.

Dan sebab terbesar yang mempengaruhi hal tersebut –biidznillah– ada tiga:

Pertama, apa yang disebarkanluaskan oleh orang-orang dungu atau orang-orang yang bermaksud jahat bahwa:

هَذَا الفَيْرُوسُ لاَ وُجُودَ لَهُ وَإِنَّهُ مُؤَامَرَةٌ

“Virus ini tidak nyata, hanya konspirasi.”

Hal ini tentu sebuah pengingkaran terhadap fakta yang ada. Padahal virus ini telah meliputi seluruh penjuru dunia dan telah banyak korban yang meninggal. Dan hal yang sangat disayangkan pula, sebagian orang yang berakal (intelektual) justru membenarkan serta membantu mereka dalam menyebarkan kedustaan ini.

Kedua, apa yang disebarkanluaskan oleh mereka bahwa:

هَذَا الفَيْرُوْسُ لَيْسَ خَطِيْرًا وَأَنَّهُ كَالزُّكَامِ وَنَحْوِهِ

“Virus ini tidak berbahaya, ia hanya seperti influenza biasa saja dan semisalnya.”

Maka yang wajib adalah: Tidak mempercayai kedustaan-kedustaan ini, tidak turut andil dalam menyebarkannya, mengambil informasi dari pihak-pihak yang kompeten lagi terpercaya, menjaga protokol pencegahan yang mereka arahkan

Ketiga, tidak adanya kepedulian sebagian orang serta hilangnya rasa tanggung jawab.

Kewajiban secara syar’i adalah menjaga semua protokol pencegahan yang ada, dalam rangka: Mentaati Allah, Rasul-Nya, serta Ulul Amri, menjauhkan diri dari mencelakai dan memudharati kaum mukmin dan mukminah yang mana hal ini (mencelakai mereka) merupakan salah satu dosa besar, untuk menyempurnakan pelaksanaan kewajiban yang lain. Karena sesuatu yang sebuah kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengannya maka sesuatu itu pun hukumnya menjadi wajib.

____________________

Oleh sebab itu sebagai seorang muslim hendaknya kita mendengarkan arahan-arahan dari para ulama. Memahami sebab merebaknya virus Corona ini. Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya dari mana.

Serahkan kepada ahlinya, jangan mudah menyebarkanluaskan informasi yang belum jelas, itu hanya menambah runyam. Allah berfirman tentang orang-orang yang salah jalan:

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (QS. An-Nisa’: 83)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang (dianggap) berbohong apabila dia menceritakan semua yang dia dengarkan.” (HR. Muslim: 6)

Mudahnya begini, jika kita tidak bisa membantu setidaknya kita tidak menambahkan kusut masalah, maka jangan mudah percaya serta menyebarkan luaskan informasi yang tidak jelas. Kemudian milikilah sikap peduli.

Baca juga Artikel:

Covid-19, Sudahkah Memberikan Pengaruh Buat Akhirat Kita?

Pondok Jatimurni BB 3 Bekasi, Kamis, 19 Syawwal 1441H/ 11 Juni 2020 M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Covid-19 Mengingatkan Kita Untuk Segera Keluar Dari Kenyamanan Hidup – Khutbah Jum’at

Di tengah pademi Covid-19 yang melanda, marilah kita melihat hikmah dibalik semuanya. Berikut adalah teks …

Tulis Komentar

WhatsApp chat