Jangan Biarkan Iman Kita Usang

Aqidah Ahlussunnah waljamaah dalam hal keimanan, mereka menyakini bahwa iman itu dapat bertambah dan berkurang. Bertambah karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. al-Anfal: 2)

Karenanya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan umatnya untuk senantiasa memperbaharui keimanannya. Karena kalau tidak diperbarui ia akan lusuh seperti lusuhnya pakaian. Jika dibiarkan lusuh maka ia akan rusak dan hancur. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلَقُ فِى جَوفِ أَحَدِكمُ كَـمَا يَخْلَقُ الثَّوبُ فَاسْأَلُوا اللهَ أَنْ يُـجَدِّدَ الِإيمَانَ فِى قُلُوبِكُم

Sesungguhnya iman itu bisa memudar pada hati kalian, sebagaimana kain bisa memudar. Karena itu, berdoalah kepada Allah untuk memperbarui iman di hati kalian. (HR. Hakim: 1/4, Ash-Shahihah: 1585)

Oleh sebab itu, jangan biarkan keimanan kita lusuh, jangan biarkan dia seperti baju yang usang atau seperti gadget yang kehabisan baterai. Segera perbaharui, cas dan refresh karena kalau tidak begitu dia akan padam dan rusak. Istiqomah dalam ketaatan, banyak-banyak membaca Al-Qur’an dan jangan lupa berdo’a meminta pembaruan iman kepada Allah, karena itulah diantara cara untuk memperbaharuinya.

#cacatan ringan. Kranggan, Selasa 15 Okt 2019, 10:30 WIB

Zahir Al-Minangkabawi
Follow fanpage maribaraja KLIK
Instagram @maribarajacom

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Pendiri dan pengasuh Maribaraja. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah. Kemudian melanjutkan ke Universitas Imam Muhammad bin Su'ud Arab Saudi cabang Asia Tenggara (LIPIA Jakarta) Jurusan Syariah. Mengajar di Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp Yuk Gabung !