Beranda / Artikel Salayok / Cita-cita Apa Yang Telah Kita Tancapkan Pada Anak-anak Kita?

Cita-cita Apa Yang Telah Kita Tancapkan Pada Anak-anak Kita?

Dengan perjalanan waktu, ternyata kita akhirnya benar-benar menemukan adanya anak-anak yang telah padam cita-cita akhiratnya. Bukan karena dirinya sendiri, akan tetapi karena orang tuanya. Dia dididik dari kecil bukan untuk berjuang menggapai surga, namun hanya mengapai cita-cita dunia.

Tidak dipungkiri, surga juga memang menjadi cita-cita mereka. Tetapi, itu jauh diurutan keberapa. Lisan juga memang mengatakan “kami ingin masuk surga“. Tetapi, perbuatan menunjukkan hal sebaliknya.

Bagi saya, ini semakin menambah keyakinan atas kebenaran sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Beliau yang dahulu pernah mengatakan:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari: 1358)

Ya, betul orang tua mereka pulalah yang menjadikan mereka orang-orang yang hanya ingin menggapai kesenangan dan nama besar dunia, sehingga mereka menjadi para pengejar dunia. Mereka akan sibuk memikirkan dan bekerja keras untuk menggapai dunia mereka, mengesampingkan agama. Demi cita-cita dunia itu mereka akan melakukan apa saja, termasuk menerjang larangan Tuhan mereka. Na’udzubillah.

Oleh sebab itu, siapakah kiranya yang keliru?! Ketika orang tua meninggal dunia, lalu ia dilupakan oleh anak-anaknya, lantaran mereka sibuk dengan cita-cita dunia, pantaskah kita menyalahkan anak-anak itu sepenuhnya?! Semoga Allah melindungi kita semua dan menjadikan kita orangtua-orangtua yang selalu berusaha menancapkan surga di depan mata anak-anak kita. Sehingga mereka pun tumbuh untuk menggapai cita-cita yang besar itu. Dan kita pun mendapat hasil dari jerih payah kita itu, disaat kita sudah berkalang tanah.

Baca juga Artikel:

Wahai Anakku, Bahagiakanlah Kami Dengan Keshalihanmu! 

Kecintaan Pada Ilmu Agama Adalah Barometer Baik Atau Buruknya Kita

Pondok Jatimurni BB 3 Bekasi, Sabtu, 2 Ramadhan 1441H/ 25 April 2020 M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Covid-19 Mengingatkan Kita Untuk Segera Keluar Dari Kenyamanan Hidup – Khutbah Jum’at

Di tengah pademi Covid-19 yang melanda, marilah kita melihat hikmah dibalik semuanya. Berikut adalah teks …

Tulis Komentar

WhatsApp chat