Beranda / Fawa'id / Lima Kiat Penguat Hafalan

Lima Kiat Penguat Hafalan

Rows of books in the library. Background for text. Symbol of knowledge and learning.

Tabiat manusia itu lupa sebagaimana perkataan syair:

وما سُمي الإنسان إلا لنسيه      ولا القلب إلا أنه يتقلب

Tidaklah dinamakan manusia kecuali karena lupanya. Dan (dinamakan) hati melainkan karena berbolak balik.

Diantara hal yang dapat melawan lupa adalah:

Pertama: menjauhi kemaksiatan. Karena kemaksiatan mewariskan hafalan yang jelek, sedikit mendapatkan ilmu. Dan tidak akan berkumpul gelapnya kemaksiatan dengan cahaya ilmu. Imam Syafi’i mengatakan:

شكوت إلى وكيع سوء حفظي ، فأرشدني إلى ترك المعاصي ، وقــال إن علم الله نــورٌ ، ونور الله لا يعطى لعاصي

Aku mengadukan kepada (guruku) Waqi akan jeleknya hafalanku. Maka beliau mengarahkanku agar aku meninggalkan kemaksiatan. Kemudian beliau berkata, sesungguhnya ilmu Allah itu cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku kemaksiatan.

Diriwayatkan al-Khatib di kitab Al-Jami’ (2/387) dari Yahya bin Yahya berkata,

سأل رجل مالك بن أنس : يا أبا عبد الله ! هل يصلح لهذا الحفظ شيء قال : إن كان يصلح له شيء فترك المعاصي

Seseorang bertanya kepada Malik bin Anas, “Wahai Abu Abdillah! Apakah ada sesuatu yang dapat memperbaiki hafalan ini? Beliau menjawab, “Kalau ada yang memperbaikinya itu adalah meninggalkan kemaksiatan.

Kedua: memperbanyak zikir kepada Allah Azza Wajalla dengan bertasbih, tahmid, tahlil, takbir dan zikir lainnya. Allah berfirman:

وَاذْكُر رَبَّكَ إذَا نَسِيتَ

“Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa.” (QS. Al-Kahfi: 24)

Ketiga: jangan banyak makan. Karena banyak makan akan sering tidur, kebodohan, pikiran pendek, anggota tubuhnya lemas dan malas tubuhnya. Disamping kejelekan itu semua juga berpengaruh pada penyakit badan. Sebagaimana dikatakan syair:

فإن الداء أكثر ما تراه   يكون من الطعام أو الشراب

Sesungguhnya banyaknya penyakit yang anda lihat, karena dari makanan dan minuman

Keempat: minum madu, makan kismis, mengkonsumsi laban (susu). Imam Zuhri rahimahullah mengatakan, “Hendaknya anda mengkonsumsi madu, karena dapat menguatan hafalan. Beliau juga berkata, “Siapa yang ingin menghafal hadits, hendaknya dia mengkonsumsi kismis. (Dari kitab Al-Jami’ karangan Al-Khotib: 2/394).

Kelima: berbekam di kepala. Hal ini telah dikenal dan terbukti. Untuk tambahan silahkan melihat kitab ‘Tibbun Nabawi’ karangan Ibnul Qoyyim.

Diringkas dari: Al-Asbab Al-Mu’inah Ala Quwwatil Hifzhi wa muqawamati An-Nisyan

#Faidah siang, Aula Ma’had Asy-Syathiby, Cileungsi. Ahad 14 Shafar 1441H/ 13 Okt 2019, 12:52 WIB

Penulis: Zahir Al-Minangkabawi
Follow fanpage maribaraja KLIK
Instagram @maribarajacom

kiat memperkuat hafalan

 

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Fatwa Tanpa Ilmu [#1/5]

Allah ﷻ berfirman, وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ …

Tulis Komentar

WhatsApp chat