Beranda / Ilmu Syar'i / Akidah / Shafar Bukan Bulan Sial

Shafar Bukan Bulan Sial

Di negeri kita sampai hari ini, masih marak keyakinan bahwa bulan Shafar adalah bulan sial, mendatangkan bala’, tidak baik untuk melakukan hajatan seperti menikah, khitanan, membangun rumah dan lain sebagainya.

Padahal, keyakinan bahwa bulan Shafar ini adalah bulan sial merupakan keyakinan orang-orang Jahiliyah dan sudah ditentang keras oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda:

لاَعَدْوَى وَلاَصَفَرَ وَلاَ هَامَةَ

“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada (kesialan) pada bulan Shafar, tidak ada (kesialan) pada burung hantu.” (HR. Bukhari: 5717, Muslim: 2220)

Selain itu, mengatakan bulan Shafar adalah bulan sial juga termasuk mencela masa yang itu juga haram. Sebab, mencela masa sama saja mencela Allah karena Allah-lah yang menciptakan masa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan jelas mengatakan. Beliau bersabda:

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ بِيَدِي الْأَمْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

“Allah berfirman: ’Anak Adam telah menyakiti-Ku. Ia mencela masa padahal Akulah (yang menciptakan) masa. di tangan-Ku segala urusan, Akulah yang membolak-balikan malam dan siang.’” (HR. Bukhari 4826, Muslim 2246)

Oleh sebab itu, tinggalkanlah keyakinan buruk terhadap bulan Shafar. Karena itu merupakan keyakinan Jahiliyah dan termasuk mencela masa. Bulan Shafar sama dengan bulan-bulan yang lainnya, ia bukan bulan sial.

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Bulan shafar
Ayo belanja kitab arab di maribaraja store
Belanja sambil beramal. Dengan belanja di maribaraja store maka anda akan ikut andil dalam kegiatan dakwah dan pendidikan islam. Karena keuntungan dari penjualan 100% akan digunakan untuk operasional dakwah dan pendidikan di Maribaraja.com

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Menepis Keyakinan Buruk Terhadap Bulan Shafar

KHUTBAH PERTAMA ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ …

Tulis Komentar

WhatsApp chat