Beranda / Kaba Urang Dulu / UMAR BIN AL-KHATHTHAB (KabaUrangDulu011)

UMAR BIN AL-KHATHTHAB (KabaUrangDulu011)

Putranya Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma pernah menceritakan:

خَرَجَ عُمَرُ يَوْمًا إِلَى حَائِطٍ لَهُ فَرَجَعَ وَقَدْ صَلَّى النَّاسُ العَصْرَ فَقَالَ عُمَرُ : إِنَّ لِلَّهِ وَإِنَّ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ فَا تَتْنِيْ صَلَاةُ العَصْرِ بِالجَمَاعَةِ. أَشْهَدُكُمْ أَنَّ حَائِطِيْ عَلَى المَسَاكِيْنِ صَدَقَةٌ لِيَكُوْنَ كَفَارَةً لِمَا صَنَعَ عُمَرُ

“Suatu hari Umar keluar menuju kebun miliknya, dan ketika kembali dia mendapatkan bahwa orang-orang telah selesai melaksanakan shalat Ashar. Lalu Umar pun berkata: “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un. Aku telah luput dari sholat Ashar berjama’ah. Persaksikanlah, bahwa kebunku itu adalah sedekah untuk orang-orang miskin, sebagai kafarat atas apa yang sudah dilakukan oleh Umar.” (al-Kabair Imam adz-Dzahabi: 31) Alih bahasa: Eka Nurhasanah, Cileungsi

__________________

Begitulah potret generasi terbaik dalam hal menjaga shalat berjama’ah. Umar bin Khaththab menyedekahkan kebunnya karena ia menganggap bahwa kebun itu telah menyibukkan serta melalaikan dirinya dari shalat Ashar. Sementara shalat Ashar adalah shalat yang disebutkan oleh Allah secara khusus agar selalu dijaga. Allah berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Peliharalah semua shalatmu, dan peliharalah shalat wustha (Ashar). Berdirilah untuk Allah dengan khusyu’. (QS. Al-Baqarah: 238)

Kalau kita, bagaimana? Alih-alih seperti Umar dan shalat berjama’ah di masjid. Seringnya kita malah telat shalat Ashar, kemudian beralasan: “Tanggung, jam kerjanya belum selesai. Kerjaan tinggal dikit lagi.” Bukankah begitu?!

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Orang Mati Bunuh Diri Dishalatkan Ataukah Tidak?

Bunuh diri adalah hal yang sangat diharamkan dalam syari’at Islam, bahkan termasuk dosa besar. Allah …

Tulis Komentar

WhatsApp chat