Beranda / Kaba Urang Dulu / Adh Dhahak – Banyak Bicara Tapi Baca Al-Qur’an Lupa

Adh Dhahak – Banyak Bicara Tapi Baca Al-Qur’an Lupa

Imam Adh-Dhahak bin Mazahim Al-Hilaly rahimahullah (w.106H) pernah mengatakan:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ تَكْثُرُ فِيهِ الْأَحَادِيثُ ؛ حَتَّى يَبْقَى الْمُصْحَفِ مُعَلَّقًا يَقَعُ عَلَيْهِ الْغُبَار

Akan datang suatu zaman kepada manusia dimana banyak sekali pembicaraan, hingga tinggalah mushaf al-Qur’an dalam keadaan tertutup dan berdebu.” (Al-Kamil Fi Dhu’afai Ar-Rijal: 5/25)

______________

Sepakatkah kita bahwa itu terjadi di zaman kita? Dimana orang lebih banyak omong ketimbang berbuat. Semuanya dibicarakan; politik, ekonomi, olahraga, peristiwa dunia, dst, dan semua dibaca; koran, buletin, broadcast WA, dst.

Hanya satu yang tidak dibaca atau dibicarakan yaitu Al-Qur’an. Hingga mushaf itu hanya terpajang di lemari serta berdebu, dibuka ketika bulan puasa atau jika ada kematian saja.

Terjadilah apa yang dikhawatirkan serta pernah dikadukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Allah:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. Al-Furqan: 30)

Banyak sekali terjadi di hari ini. Dan jangan-jangan kita juga termasuk ke dalamnya. Oleh sebab itu, mudah-mudahan nasehat Imam Adh-Dhahak ini bisa mengingat kita sehingga kita segera bertaubat dan memperbaiki diri. Sekaligus kita berlindung kepada Allah, jangan sampai kita termasuk kaum yang banyak omong namun mengacuhkan al-Qur’an ini.

Baca juga Artikel:

Hanya Untuk Hati Yang Suci

Pondok Jatimurni BB 3 Bekasi, Bekasi, Ahad, 8 Syawwal 1441H/ 31 Mei 2020 M

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Manakah yang Lebih Berhak Jadi Imam; Mahir Al-Qur’an Tapi Tidak Fakih ataukah Fakih Tapi Tidak Mahir Al-Qur’an?

Idealnya seorang imam shalat adalah orang yang paham ilmu agama; akidah, fikih, memahami bahasa Arab …

Tulis Komentar

WhatsApp chat