Beranda / Kaba Urang Dulu / Ibnu Mas’ud – Terimalah Kebenaran Darimana pun Datangnya

Ibnu Mas’ud – Terimalah Kebenaran Darimana pun Datangnya

Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu pernah mengatakan:

اقْبل الْحَقَّ مِمَّنْ قَالَهُ وَإِنْ كَانَ بَغِيضًا ، وَرُدَّ الْبَاطِلَ عَلَى مَنْ قَالَهُ وَإِنْ كَانَ حَبِيبًا

Terimalah kebenaran dari siapa saja yang mengatakannya meski dia adalah orang yang dibenci, dan tolaklah kebatilan dari siapa saja yang mengatakannya meski dia adalah orang yang dicintai. (Madarijus Salikin: 2957)

_____________________________

Kebenaran tetaplah kebenaran, wajib menerimanya dari mana saja datangnya. Rasullullah shallallahu alaihi wasallam menerima apa yang dikatakan oleh seorang Yahudi karena yang dikatakannya itu adalah sebuah kebenaran, dari Qutailah seorang wanita dari Juhainah, ia menuturkan:

أَنَّ يَهُودِيًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّكُمْ تُنَدِّدُونَ وَإِنَّكُمْ تُشْرِكُونَ تَقُولُونَ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ وَتَقُولُونَ وَالْكَعْبَةِ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادُوا أَنْ يَحْلِفُوا أَنْ يَقُولُوا وَرَبِّ الْكَعْبَةِ وَيَقُولُونَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ شِئْتَ

Seorang Yahudi datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya kalian membuat tandingan, dan sungguh kalian telah berbuat syirik. Kalian mengatakan, ‘Atas kehendak Allah dan kehendak kamu’. Dan kalian katakan, ‘Demi Ka’bah’.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para sahabat apabila hendak bersumpah untuk mengucapkan, ‘Demi Tuhan Pemilik Ka’bah’, dan mengucapkan, ‘Atas kehendak Allah, kemudian atas kehendak kamu’.” (HR. An-Nasa’i: 3773)

Bahkan, tidak perlu marah jika orang itu menyampaikan aib yang benar ada pada kita, padahal niatnya itu adalah untuk mencela dan menjatuhkan. Syaikh Ibnu al-‘Utsaimin mengatakan: “Nabi shallahu alaihi wasallam tidak mengingkari Yahudi tersebut padahal secara zhahir maksudnya adalah untuk mencela dan mengejek Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat karena yang dikatakannya itu benar.” (Al-Qaulul Mufid: 2/229)

Oleh sebab itu, terimalah kebenaran dari mana saja dia datang dan siapa yang mengucapkannya. Jangan pernah menolak kebenaran lantaran yang mengucapkannya itu adalah orang yang kita benci. Karena menolak kebenaran itu adalah sebuah kesombongan, sedang orang sombong itu tidak akan masuk surga.

Selasa, 4 Rabiul Awal 1441/1 Nov 2019

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA), Radio Rodja, Cileungsi.

Check Also

ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ – Campur Tangan Positif Orang Tua

Pada dasarnya, orang tua tidak boleh turut campur tangan dalam urusan rumah tangga anak-anaknya. Apa …

Tulis Komentar

WhatsApp chat