Beranda / Artikel Salayok / AGAMA BUKAN AKAL (Art.Salayok42)

AGAMA BUKAN AKAL (Art.Salayok42)

Imam Abu Dawud dan yang lainnya menyebutkan sebuah riwayat dari Ali bin Abi Thalib, ia mengatakan:

 لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ.

“Kalau seandainya agama ini dibangun berdasarkan akal, maka sungguh bagian bawah sepatu lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Akan tetapi aku melihat Rasulullah mengusap bagian atas dari kedua sepatunya.” (HR. Abu Dawud: 162, Shahih Abi Dawud: 153)

Agama bukan akal, makanya Umar bin Khaththab pernah mengatakan ketika mencium Hajar Aswad:

وَاللَّهِ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“Demi Allah aku menciummu padahal aku sangat tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu yang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat. Kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu.” (HR Bukhari: 1532, Muslim: 1270)

Anda tidak tercela karena menggunakan akal, bahkan itu disyariatkan. Yang tercela adalah saat Anda menjadikannya segala-galanya, lebih mendahulukannya dari wahyu Allah dan sabda Rasul-Nya.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Check Also

Umar bin Abdil Aziz – Manusia Paling Cerdas

Manusia yang paling cerdas adalah yang paling bisa memberi udzur (pemaaf) kepada sesama manusia Umar …

Tulis Komentar

WhatsApp chat