Beranda / Ilmu Syar'i / Akidah / PENGERTIAN AKIDAH (Art.SalayangAkidah001)

PENGERTIAN AKIDAH (Art.SalayangAkidah001)

Secara Bahasa

Kata Aqidah adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab. Terambil dari al-‘Aqdu yang bermakna mengikat. Aqidah adalah agama seseorang.

Jika ada yang mengatakan: “Orang itu memiliki Aqidah yang baik” maknanya adalah orang itu memiliki aqidah yang kokoh selamat dari keraguan.

Perlu diingat bahwa aqidah adalah sebuah amalan hati oleh sebab itu perlu memberikan perhatian khusus karena kita tahu bahwa hati itu selalu berbolak balik.

Dari Anas bin Malik, ia menuturkan: bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering berdo’a dengan do’a:

يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi: 2140, Ibnu Majah: 3834 Dihasankan oleh al-Albani dalam al-Silsilah ash-Shahihah no. 2091)

Secara Istilah

Aqidah adalah keimanan kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari kiamat serta takdir baik dan buruk.

Inilah tugas kita masing-masing sebagai seorang mukmin. Jangan sampai kita mengaku beriman, namun kita tidak pernah mau untuk belajar mengenal Allah, malaikat, kitab, dan rasul-Nya.

Kita juga tidak pernah mau mentadabburi al-Qur’an dan hadits nabi yang berbicara tentang dahsyatnya hari kiamat serta takdir yang ditetapkan Allah.

Aqidah kita masing-masinglah yang akan menentukan keselamatan atau kecelakaan kita nanti. Allah telah bentangkan jalannya, sekarang tinggal pilihan kita.

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا. قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. Asy-Syams: 8-10)

Lantas kita pilih yang  mana?? Jika ingin golongan pertama maka khususkan waktu (bukan meluangkan waktu) untuk duduk membekali diri belajar tentang aqidah yang benar.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Rugi Besar Karena Enggan Berbakti

Tidak ada manusia yang ingin merugi. Tapi, betapa banyak orang-orang yang merugi sedangkan ia tidak …

Tulis Komentar