URWAH BIN ZUBAIR – Tabah Memikul Hinaan Mendatangkan Kemuliaan

Dari Hisyam bin Urwah rahimahullah, ia menuturkan, ayahku; Urwah bin Zubair rahimahullah pernah mengatakan:

رُبَّ كَلِمَةِ ذُلٍّ اِحْتَمَلتُهَا أَوْرَثَتْنِي عزًّا طَوِيلًا

“Betapa banyak kata-kata penghinaan orang yang aku pikul dengan tabah, ternyata itu memberiku kemuliaan yang panjang.” (Siyar A’lam an-Nubala’: 4/436)

Sabar tidak memiliki batas, sedang pahalanya begitu besar. Memang pangkalnya pahit namun ujung amat begitu manis, pahala yang sempurna tanpa batas. Allah berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar: 10)

Oleh sebab itu, hinaan orang tidak perlu dibalas dengan hinaan yang serupa. Pribadi kita dihina cukup hadapi dengan kesabaran, karena hinaan manusia tidak akan menjatuhkan derajat kita disisi Allah, sedang sabar memikul penghinaan akan berbuah kemuliaan baik disisi Allah maupun disisi makhluk-Nya. Ambillah pelajaran dari Imam generasi tabi’in ini; Urwah bin Zubair rahimahullah, agar kita menjadi tegar menghadapi hinaan manusia.

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
WhatsApp chat